Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini, Serikat Karyawan: Itu Keputusan Sepihak

Ekonomi | inewsid | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 10:18
Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini, Serikat Karyawan: Itu Keputusan Sepihak

JAKARTA, iNews.id - Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) membeberkan tawaran pensiun dini dari manajemen PT Garuda Indonesia (persero) merupakan keputusan sepihak.

Menurut Ketua Harian Sekarga, Tomy Tampatty, serikat pekerja tidak diikutsertakan dalam perundingan sebelum kebijakan pensiun dini diumumkan manajemen.

"Dialog antara karyawan dan manajemen pun berlangsung setelah Sekarga mengirimkan surat keberatan," ungkap Tomy saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (28/5/2021).

Seperti diketahui, Garuda Indonesia menawarkan program pensiun dini bagi karyawan sebagai salah satu skema Garuda untuk menekan kinerja keuangannya yang kian memburuk. Tak hanya itu, manajemen Garuda Indonesia juga memutuskan memangkas setengah jumlah armada utamanya.

Menyikapi kebijakan tersebut, Sekarga pun angkat bicara. Pada Jumat (28/5/2021) siang pukul 14.00 WIB, Sekarga berencana menggelar jumpa pers terkait kebijakan pensiun dini dan pemangkasan armada yang telah diputuskan manajemen Garuda Indonesia.

Tangkapan layar pemuda baku hantam dengan pasangannya diduga terjadi di Nibung Raya, Medan. (Foto: Instagram)
Tangkapan layar pemuda baku hantam dengan pasangannya diduga terjadi di Nibung Raya, Medan. (Foto: Instagram)

Tomy mengatakan, ada sejumlah poin yang akan disampaikan Sekarga kepada pelanggan maskapai penerbangan pelat merah itu. Salah satunya, menjamin bahwa operasional dan pelayanan Garuda akan tetap berjalan baik.

"Ada beberapa hal, tapi yang terutama itu kami akan sampaikan kepada semua pelanggan Garuda bahwa kami itu tetap solid di dalam untuk memberikan pelayanan terhadap semua pelanggan Garuda," ujar Tomy.

Dalam catatan MNC Portal Indonesia, Garuda Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode GIAA itu, terakhir kali menyampaikan laporan keuangan di kuartal III-2020.

Sepanjang Januari-September tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan usaha 1,14 miliar dolar AS atau setara Rp16 triliun turun 68 persen dibandingkan periode yang sama 2019 yang mencapai 3,54 miliar dolar AS.

Penurunan pendapatan terjadi pada penumpang dan kargo. Pendapatan dari penumpang turun 71 persen menjadi 736 juta dolar AS dan kargo turun 26 persen menjadi 180 juta dolar AS.

Pendapatan Garuda dari penerbangan charter naik hampir 4 kali lipat menjadi 47 juta dolar AS. Sementara dari haji turun 100 persen alias 0 dari sebelumnya 294 juta dolar AS.

Artikel Asli