Naikan Biaya ATM Link, Direksi Bank Himbara Diadukan Konsumen ke Erick Thohir

Ekonomi | inewsid | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 09:58
Naikan Biaya ATM Link, Direksi Bank Himbara Diadukan Konsumen ke Erick Thohir

JAKARTA, iNews.id - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengadukan Direksi Bank Himbara ke Menteri BUMN, Erick Tohir, terkait rencana kenaikan biaya tarik tunai dan cek saldo pada ATM Link yang berlaku mulai 1 Juni 2021.

Pengaduan itu disampaikan KKI melalui surat ke Menteri BUMN, Erick Thohir, pada Jumat (28/5/2021). Sebelumnya KKI telah menyurati Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Pengacara KKI, David Tobing mengatakan, surat tersebut berisi permohonan kepada Erick Thohir agar membatalkan rencana pengenaan biaya tarik tunai dan cek saldo pada ATM Link Bank Himbara, yang akan diberlakukan per 1 Juni 2021.

"Pada awal pembentukannya, gabungan ATM ini untuk memberikan efisiensi, dimana pengelolaan ATM secara bersama pada satu perusahaan switching oleh BUMN perbankan bakal membuat penghematan biaya operasional bagi pihak perbankan dan penghematan biaya transaksi bagi masyarakat pengguna ATM," ujar David dalam keterangan pers, Jumat (28/5/2021).

Kemudian, lanjutnya, ATM Link dikenalkan pada Desember 2015 di Blok B Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno.

 

David menuturkan, Menteri BUMN punya wewenang membatalkan rencana pengenaan tarif untuk cek saldo dan pengambilan tunai di ATM Link. Sebab, sebelumnya peluncuran perdana ATM Link yang dilakukan pada 2015 laku pun diresmikan oleh Menteri BUMN.

Dia memaparkan, penerapan tarif adalah langkah yang tidak populis saat masyarakat sedang susah menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan, banyak pihak yang menentang rencana tersebut. Misalnya, pihak BPK, DPR dan masyarakat luas.

"Kalau laporan kami terbukti dan Bank BUMN nanti dihukum karena melakukan kartel, maka hal ini sangat memalukan, sehingga sudah patut Bapak Menteri BUMN membatalkannya" tutur David

KKI yakin jika Erick akan memerintahkan Bank-Bank BUMN untuk membatalkan rencana pengenaan tarif karena pertimbangan melindungi nasabah ATM Link dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Artikel Asli