Sektor Inovasi Pantas Dapat Perhatian

Ekonomi | koran-jakarta.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 09:44
Sektor Inovasi Pantas Dapat Perhatian

JAKARTA - Investasi di sektor inovasi dan pemanfaatan teknologi bisa membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah diminta memperhatikan investasi di sektor tersebut.

Tekanan fiskal yang tengah dialami pemerintah mesti segera distabilkan. Investasi, terutama di sektor inovasi dan teknologi, diharapkan bisa jadi salah satu penopang signifikan. Maklum, pemerintah punya pekerjaan besar untuk mengembalikan defisit fiskal dari level 6,1 persen pada tahun lalu menjadi maksimum tiga persen tahun depan.

Meskipun tengah bersiap menyusun kebijakan kenaikan pajak, Kementerian Keuangan pun sepakat implementasi inovasi dan teknologi akan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional secara jangka panjang.

"Pemanfaatan teknologi sangat dimungkinkan untuk menambah pertumbuhan ekonomi. Utamanya karena dari segi produksi dan manufaktur tentu akan mempermudah dan mempercepat produksi barang dalam jumlah besar dan cepat. Ini sangat berpeluang menarik investasi baik dalam maupun luar negeri, meski harus dipastikan kejelasan regulasi agar investor merasa yakin menanamkan modalnya," ujar Peneliti Center for Indonesia Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine, dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (27/5).

Beberapa produk di sektor inovasi yang dinilai memiliki prospek bagus, di antaranya mobil listrik, baterai mobil listrik, serta produk inovatif yang memiliki dampak risiko yang lebih rendah.

Sebelumnya, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, memastikan pihaknya akan memberikan karpet merah bagi para investor di sektor inovasi dan teknologi. Kementerian yang dipimpinnya dipastikan tak akan menghambat masuknya investasi di sektor tersebut.

Bahlil juga optimistis pertumbuhan investasi akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi tahun ini. Alasannya, kontribusi investasi bisa mencapai 30-35 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Tiga Alasan

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan ada tiga alasan investor asing masuk dan berinvestasi di Indonesia. Alasan pertama, ungkapnya, kondisi Indonesia yang mulai pulih dari Covid-19 dan berada di jalur pertumbuhan. Perry memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh sekitar 4,1-5,1 persen pada tahun ini.

Menurut Perry, meski mengalami kontraksi tahun lalu, namun Indonesia tidak seberat negara-negara lain. Perry juga menyebut kondisi makroekonomi Indonesia stabil dan terkendali mulai dari inflasi dan nilai tukar.

Alasan kedua, lanjut Perry, yaitu koordinasi kebijakan yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia dan lembaga lainnya. Menurut dia, hari demi hari, pihaknya terus melakukan koordinasi yang erat untuk bisa melakukan reformasi struktural yang akan dapat menarik investasi.

Selanjutnya, alasan ketiga, yakni tumbuhnya digitalisasi di Indonesia. Perry menyebut pertumbuhan ekonomi digital, khususnya e-commerce , pada tahun ini akan mencapai 39 persen atau mencapai sekitar 25 miliar dollar AS.

Sementara itu, uang elektronik tumbuh sekitar 32 persen atau mencapai 18 miliar dollar AS. Sementara digital banking tumbuh 22 persen mencapai 2,2 triliun dollar AS. "Ketiga alasan inilah yang membuat Anda harus berinvestasi di Indonesia," pungkas Perry dalam forum tersebut.

Artikel Asli