Diminta Pensiun Dini, Begini Tanggapan Karyawan Garuda Indonesia

Ekonomi | sindonews | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 09:23
Diminta Pensiun Dini, Begini Tanggapan Karyawan Garuda Indonesia

JAKARTA - Menyikapi kebijakan PT Garuda Indonesia (Persero) perihal program pensiun dini karyawan dan memangkas setengah jumlah armada utamanya, Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga)pun mengambil langkah responsif terhadap rencana tersebut.

Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia, Tomy Tampatty menyebut, ada sejumlah poin yang akan disampaikan Sekarga kepada pelanggan maskapai penerbangan pelat merah itu. Salah satunya, menjamin bahwa operasional dan pelayanan Garuda akan tetap berjalan baik. Poin-poin Sekarga akan disampaikan dalam konferensi pers yang nantinya dilaksanakan pada Jumat siang nanti.

"Ada beberapa hal, tapi yang terutama itu kami akan sampaikan kepada semua pelanggan Garuda bahwa kami itu tetap solid di dalam untuk memberikan pelayanan terhadap semua pelanggan Garuda," ujar Tomy saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (28/5/2021).

 

Tomy menilai program pensiun dini yang ditawarkan manajemen adalah keputusan yang sepihak. Dimana, serikat pekerja tidak diikutsertakan dalam perundingan sebelum kebijakan disampaikan manajemen.

Dialog antara karyawan dan manajemen pun berlangsung setelah Sekarga mengirimkan surat keberatan. Tawaran pensiun dini bagi karyawan menjadi salah satu skema Garuda untuk menekan kinerja keuangannya yang kian memburuk.

Sebagai informasi, emiten dengan kode GIAA itu terakhir kali menyampaikan laporan keuangan di kuartal III-2020. Sepanjang Januari-September tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan usaha 1,14 miliar dolar AS atau setara Rp16 triliun turun 68 persen dibandingkan periode yang sama 2019 yang mencapai 3,54 miliar dolar AS.

 

Penurunan pendapatan terjadi pada penumpang dan kargo. Pendapatan dari penumpang turun 71 persen menjadi 736 juta dolar AS dan kargo turun 26 persen menjadi 180 juta dolar AS. Pendapatan Garuda dari penerbangan charter naik hampir 4 kali lipat menjadi 47 juta dolar AS. Sementara dari haji turun 100 persen alias 0 dari sebelumnya 294 juta dolar AS.

Artikel Asli