Menyusul Merrill Lynch, Morgan Stanley Hengkang dari Indonesia

Ekonomi | inewsid | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 07:05
Menyusul Merrill Lynch, Morgan Stanley Hengkang dari Indonesia

JAKARTA, iNews.id - Broker saham PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia mengumumkan penghentian kegiatan perantara perdagangan efek (PPE) di Indonesia. Meskipun begitu, perusahaan akan bekerjasama dengan broker lokal untuk memfasilitasi perdagangan efek kliennya di Indonesia.

"Morgan Stanley memutuskan untuk menghentikan kegiatan perantara pedagang efek di Indonesia. Kami akan tetap memberikan akses ke pasar ekuitas Indonesia kepada klien-klien global kami melalui kerjasama dengan mitra-mitra broker lokal berkelayakan," bunyi pernyataan  Morgan Stanley, Kamis (27/5/2021) malam.

Cabutnya Morgan Stanley Sekuritas Indonesia menambah panjang daftar sejumlah broker saham dan lembaga keuangan internasional yang menghentikan bisnis di Indonesia.

Sebelumnya, dua lembaga keuangan asal Amerika Serikat, yakni PT Merrill Lynch Sekuritas Indonesia dan Citibank Indonesia juga mengumumkan menghentikan bisnis di Indonesia.

Selain itu, PT Deutsche Bank Sekuritas Indonesia dan PT Nomura Sekuritas Indonesia juga telah resmi mengumumkan mengurangi bisnis jual beli saham di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada dengan dihentikannya kegiatan perantara perdagangan efek Morgan Stanley di Indonesia tidak begitu berdampak terhadap pasar modal Indonesia.

"Dampaknya enggak begitu besar ya, mungkin karena sebagian besar transaksi ada di ritel, sementara sudah banyak sekuritas yang meraih ritel sebagai pangsa pasar nasabah ritel, terutama yang usia muda," ujar Reza, kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (27/5/2021).

Dia menambahkan, perdagangan saham-saham khusunya saham bluechip juga tidak akan terlalu terpengaruh dengan hengkangnya broker saham asal Amerika Serikat tersebut dari Indonesia.

Sebab, perdagangan saham bluechip menurutnya tidak melulu mengacu kepada perusahaan sekuritas asing dalam perdagangan di pasar modal Tanah Air.

"Institusi finansial lokal aja sudah lumayan kok transaksi di bluechip, baik itu yang besar seperti BPJS, taspen, asabri, dapen, asuransi, hingga reksadana. Belum lagi private equity lokal yang juga masuk ke saham-saham bluechip," kata dia.

Setelah hengkang dari Indonesia, MS akan beroperasi di Singapura. Morgan Stanley Sekuritas Indonesia juga akan tetap melayani klien-klien bank investasi di Indonesia.

MS masih memiliki izin sebagai Penjamin Emisi Efek alias bisnis underwriter. Saat ini, saham MS dipegang oleh Morgan Stanley Asia (Singapore) Pte. sebesar 99 persen dan PT Morgan Stanley Indonesia sebesar 1 persen.

MS memulai bisnisnya di Indonesia sejak 2007 setelah mendapatkan izin dari otoritas Pasar Modal pada 2006. Pada 2008, MS mulai masuk ke bisnis penjamin emisi dan meluncurkan bisnis ekuitas institusi dalam negeri pada 2012, ketika menjadi Perantara Pedagang Efek dan Anggota Bursa di Bursa Efek Indonesia.

Artikel Asli