Loading...
Loading…
Astaga! 648 Kendaraan Nekat Mudik Meski Dilarang, Mayoritas Mobil Pribadi

Astaga! 648 Kendaraan Nekat Mudik Meski Dilarang, Mayoritas Mobil Pribadi

Ekonomi | inewsid | Jumat, 07 Mei 2021 - 14:24

JAKARTA, iNews.id - PT Jasa Marga bersama pihak kepolisian mencatat ada 648 kendaraan yang diduga akan pergi mudik meskipun sudah ada larangan dari pemerintah. Angka tersebut merupakan data pada hari pertama pemberlakuan larangan mudik.

General Manager Representatif Office 1 Jasa Marga Transjawa Tollroad Widiyatmiko Nursejati mengatakan, dari total 648 kendaraan yang dialihkan tersebut, sekitar 88 persen kendaraan pribadi dan 12 persen merupakan kendaraan angkutan penumpang.

Di hari pertama terpantau kepadatan menjelang kedua titik check point dimaksud karena pihak Kepolisian melakukan pengecekkan dokumen pendukung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk dalam kategori dikecualikan, ujarnya dalam keteranganya, Jumat (7/5/2021).

Kendaraan tersebut dikeluarkan ke gerbang tol terdekat di dua check point . Dua check point yang dimaksud, yakni di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Km 31 Cikarang Barat Arah Cikampek dan Km 47 Karawang Barat Arah Cikampek pada hari pertama pemberlakuan kebijakan peniadaan mudik, Kamis (6/5/2021).

Namun kami amati di lapangan, setelah lokasi titik penyekatan relatif lancar. Jika ada yang tidak memenuhi syarat perjalanan maka akan ditindak keluar ke gerbang tol terdekat, Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat 3 dan GT Karawang Barat 1 untuk diputar balik kembali ke arah Jakarta, tutur Miko.

Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan, pihaknya terus mempelajari dan mengevaluasi pengawasan di titik-titik check point yang diberlakukan, terutama di jalan tol. Dirinya menyampaikan jumlah kendaraan di hari pertama yang dikeluarkan dari jalan tol cenderung lebih banyak dibandingkan di hari kedua yang mulai mengalami penurunan.

Pihaknya terus meningkatkan pengawasan khususnya untuk kendaraan-kendaraan truk yang terindikasi mudik, misalnya kendaraan truk yang beralaskan terpal. Kendaraan tersebut akan dicek.

"Seperti di hari pertama, kami menemukan truk yang berisi penumpang di dalam bak. Jika terjadi seperti ini, maka kami memberlakukan sanksi seperti tilang karena tidak sesuai dengan fungsinya dan mengantar penumpangnya ke terminal terdekat, ujarnya.

Akmal juga menyatakan, pihaknya terus mengevaluasi teknis pelaksanaan penyekatan di check point pengendalian transportasi. Misalnya, jelang check point baik di Cikarang Barat maupun di Karawang Barat, ada saat-saatnya dari pihak Kepolisian meloloskan beberapa kendaraan untuk mengurangi kepadatan yang dialami pengguna jalan.

Namun menurutnya, hal ini tidak mengurangi kewaspadaan Kepolisian kepada kendaraan kecil, termasuk tetap mengeluarkan kendaraan kecil yang terindikasi mudik.

"Banyak sekali sekat-sekat antar Provinsi, bahkan masuk Kota/Kabupaten pun ada, jadi kecil kemungkinan untuk lolos. Mungkin bisa saja di titik Cikarang Barat Km 31 ini lolos ya, namun di titik pemeriksaan berikutnya juga akan dikeluarkan. Untuk menghindari Covid-19, lebih baik kita semua di rumah saja, tunda untuk mudik sampai benar-benar pandemi ini berakhir," tuturnya.

Original Source

Topik Menarik

{
{