Disukai Milenial, Mentan Tingkatkan Produksi Teh dan Kakao

inewsid | Ekonomi | Published at 07/05/2021 10:18
Disukai Milenial, Mentan Tingkatkan Produksi Teh dan Kakao

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, terus mendorong pengembangan komoditas perkebunan, khususnya teh dan kakao, karena disukai kalangan milenial.

Tak dapat dipungkiri, selain untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, komoditas ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Khasiatnya dirasakan langsung bagi para pecinta teh dan cokelat.

Mentan mengungkapkan, selain pengembangan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi tersebut, pihaknya juga mendukung peningkatan daya saing pertanian termasuk sektor perkebunan di pasar global.

"Ditambah lagi, variasi produk hasil olahan duo komoditas ini terus dikembangkan oleh para pelaku usaha perkebunan," kata Syahrul di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Saat rapat koordinasi nasional pembangunan perkebunan bulan Januari lalu, Mentan meminta agar semua stakeholder dapat melaksanakan kebijakan dan program pembangunan perkebunan 2021 yang lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern dibanding 2020 diantaranya yang disasar adalah melalui Gerakan 3 Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

Untuk itu, Direktorat Jenderal Perkebunan harus  meningkatkan kerjasama dan bersinergi dengan Eselon I lainnya, Kementerian  dan Lembaga lainnya, Pemerintah Daerah dan mitra lainnya.

Semua pihak harus bekerja keras di lapangan, harus  mengerti, bisa dan mampu mengeksekusi kebijakan, program dan arahan dalam mengakselerasi program Gratieks.

Hal senada juga disampaikan Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagyono bahwa Sub Sektor perkebunan pada tahun 2020 memberikan kontribusi yang besar untuk pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 diantaranya sebagai penyumbang neraca positif pada PDB Pertanian.

"Di tahun 2021, Direktorat Jenderal Perkebunan harus terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas, produksi, nilai tambah dan ekspor serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," kata Kasdi.

Menurut dia, dalam mendukung program Gratieks, diperlukan peningkatan ekspor secara kualitas dan kuantitas, tidak hanya untuk kelapa sawit, tetapi juga untuk komoditas strategis lainnya, seperti kopi, kakao, kelapa, karet, kayu manis, lada, dan pala.

Sejalan dengan arahan Mentan dan Dirjen tersebut, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dedi Junaedi, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya mendorong dan memotivasi para pelaku usaha perkebunan agar dapat meningkatkan kualitas dan inovasi hasil olahan komoditas perkebunan yang bermutu baik dan berdaya saing.

Yang tidak kalah penting adalah melakukan pembinaan dan pendampingan bagi para petani dan pelaku usaha yang berorientasi ekspor untuk dapat memahami standarisasi ekspor yang pada akhirnya mensukseskan program Gratieks ini hingga tahun 2024.

Artikel Asli