OK Bank Bidik Pertumbuhan Kredit 23% di 2021

investor.id | Ekonomi | Published at 05/05/2021 10:39
OK Bank Bidik Pertumbuhan Kredit 23% di 2021

JAKARTA, Investor.id -  PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 23% menjadi Rp 5,3 triliun sepanjang tahun ini, dibandingkan penyaluran kredit tahun lalu dengan pertumbuhan 31,22% menjadi Rp 4,29 triliun.

Wakil Direktur Utama OK Bank Hendra Lie mengatakan, selain menargetkan pertumbuhan kredit, OK Bank berkonsentrasi pada pemulihan kualitas kredit, stabilitas kredit restruktur, dan bermasalah terdampak COVID-19, serta fokus pada pengembangan kredit ritel, dan pemanfaatan penambahan modal secara efektif dan efisien.

Tahun 2020, total kredit yang disalurkan perseroan mencapai Rp 4,29 triliun, naik sebesar 31,22% dari raihan Rp 3,276 miliar tahun 2019. Total dana pihak ketiga (DPK) yang dibukukan perseroan juga naik 19,80% dari Rp 3,037 triliun menjadi Rp3,63 triliun pada akhir 2020.

Dia mengatakan, konsentrasi kredit OK Bank masih sejalan dengan business appetite hingga akhir 2020, yaitu segmen Komersial sebesar 44,48%, SME (32,13%) dan BPR (11,09%) dari total kredit. Serta, fokus memantau kualitas kredit debitur terdampak pandemi dengan memberikan restrukturisasi kredit.

“Pada segmen ritel, OK Bank memperluas kerjasama berbasis kemitraan dengan loan agency, loan aggregator, fintech company” ujar Hendra pada acara RUPST/RUPSLB di Jakarta.

Pada 2020, total aset OK Bank sebesar Rp 6.275,18 miliar, meningkat 22,83% dibandingkan 2019 Rp5.108,85 miliar. “Dengan memaksimalkan kinerja 19 jaringan kantor (4 Kantor Cabang, 14 Kantor Cabang Pembantu) yang tersebar di pulau Jawa dan Bali, OK Bank optimis meningkatkan kualitas aset untuk 2021 dengan rincian NPL gross 3,77%, NPL Neto (1,91%), CAR (50,49%) dan NIM (5,83%)” ujarnya.

Pada 2020, OK Bank mencatat NPL bruto sebesar 3,52% dan NPL neto 2,98%, lebih tinggi dari proyeksi pada RBB 2020 sebesar 3,17% dan 3%. Tingkat kecukupan modal (CAR) berada di angka yang sangat sehat 53,98%, dibandingkan 41,27% di 2019. ROA 0,35%, ROE 0,39% dan NIM 5,25%.

Rights Issue

Sementara itu, RUPS OK Bank menyetujui penambahan modal melalui pengeluaran saham dalam simpanan melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) III dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 5 (lima) miliar lembar saham dengan harga pelaksanannya akan ditentukan kemudian.

“Modal inti OK Bank Rp 2,37 triliun pada akhir 2020, posisi per akhir Maret 2021 mencapai Rp2,39 triliun dan manajemen optimis pada akhir tahun mencapai Rp2,9 triliun. Manajemen OK Bank optimis untuk peningkatan modal minimal Rp 3 triliun pada tahun 2022 bisa tercapai melalui PUT selanjutnya” kata Hendra.

Perseroan berencana untuk menggunakan seluruh dana bersih yang diperoleh dari rights issue pengembangan atau ekspansi kredit.

Sejalan dengan itu, OK Bank di bawah kepemilikan dan dukungan APRO Financial Co., Ltd berencana naik kelas menjadi Bank BUKU III pada 2026. “Untuk mencapai modal inti di atas Rp5 triliun, OK Bank memproyeksikan pertumbuhan organik melalui Aksi Keuangan Berkelanjutan secara bertahap setiap tahunnya” ucap Hendra.

Tahap persiapan pada 2021, tahap implementasi awal pada 2022-2023 dan tahap implementasi lanjutan pada 2024-2025 serta tahap implementasi penuh, yaitu OK Bank ditargetkan mencapai visi misi keuangan berkelanjutan pada 2026. “Selain itu, pemegang saham pengendali kami, APRO Financial Co., Ltd memiliki kemampuan untuk menambah modal OK Bank, jika diperlukan” ujar Hendra.

Hendra menambahkan para pemegang saham sepakat untuk mengangkat Kim Seong Taek sebagai Direktur Kredit, menggantikan Kim Dong Hoon. "Kami yakin keputusan pemegang saham ini agar manajemen OK Bank tetap solid dalam peran mendukung pemulihan ekonomi nasional yang lebih baik" terangnya.

Dengan demikian, susunan lengkap jajaran direksi OK Bank setelah RUPS ini terdiri atas Komisaris Utama Lim Cheol Jin, Komisaris Independen Andre Mirza Hartawan, dan Komisaris Independen Idham Aziz. Sedangkan susunan dewan direksi terdiri atas Direktur Utama Park Young Man, Wakil Direktur Utama Hendra Lie, Direktur Kredit Kim Seong Taek, Direktur Operasional Joyo, dan Direktur Kepatuhan Efdinal Alamsyah.

 

 

 

Artikel Asli