Bukan Cuma Nafsu Makan, Nafsu Konsumtif pun Harus Dikendalikan saat Ramadan

Ekonomi | inewsid | Published at Kamis, 22 April 2021 - 12:33
Bukan Cuma Nafsu Makan, Nafsu Konsumtif pun Harus Dikendalikan saat Ramadan

JAKARTA, iNews.id - Pengeluaran di bulan Ramadan cenderung meningkat bila dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Selain karena kenaikan harga yang tak bisa dihindari, nafsu belanja yang tak terkendali dapat menyebabkan pengeluaran meningkat selama Ramadan.

Penasihat untuk Wealth and Asset Management Indonesia (WAM Indonesia), Legowo Kusumonegoro, mengatakan Ramadan merupakan bulan dimana umat muslim harus mengendalikan hawa nafsu.

Selain nafsu makan, nafsu konsumtif atau berbelanja secara berlebihan, juga harus dikendalikan agar pengeluaran tidak membengkak, apalagi menimbulkan utang.

Menurutnya tidak sedikit orang yang mengeluh bahwa pengeluarannya justru membengkak di sepanjang bulan Ramadan. Pada dasarnya ada dua faktor penyebab naiknya pengeluaran, yaitu naiknya harga di sepanjang Ramadan dan menjelang Lebaran, serta naiknya jumlah pembelanjaan.

Kenaikan harga atau inflasi, misalnya harga berbagai komoditas pangan, merupakan faktor eksternal yang diluar kontrol kita. Sementara kenaikan jumlah atau frekuensi belanja merupakan faktor internal yang seharusnya bisa kita kontrol.

"Namun, godaan atau lapar mata sering kali menjadi penyebab jebolnya anggaran," kata Legowo di Jakarta (22/4/2021).

Selain itu, terkadang orang suka memberikan hadiah atas keberhasilan anak atas keberhasilannya menunaikan ibadah puasa. Alasan lainnya adalah karena ingin melanjutkan tradisi, seperti membeli baju dan sendal/sepatu baru, mudik, bagi-bagi angpao atau bingkisan, bukber (sebelum pandemi), dan lain-lain.

"Jika seluruh keinginan ini tidak di-rem atau cenderung menuruti hawa nafsu tanpa adanya pengelolaan keuangan yang benar, sangat mungkin akan berujung pada lilitan utang. Padahal, esensi berpuasa adalah untuk mengendalikan hawa nafsu," tutur Legowo.

Dia mengungkapkan, sangat tidak disarankan berutang untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, termasuk untuk keperluan Lebaran. Pasalnya, hal itu juga akan mengurangi hikmah Ramadan.

Legowo menyarankan agar lakukan konsumsi atau pembelanjaan dilakukan sesuai dengan kemampuan.  Selain itu, setiap rejeki termasuk THR harus dsyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Cukup tidak cukup ya harus dicukup-cukupi. Tahan hawa nafsu.  Nikmatilah puasa dan Lebaran dengan penuh rasa syukur, kesederhanaan, dan kebersamaan," ujar Legowo.

Artikel Asli