Sukses Lewat Menu Andalan Telur Asin, Pendiri Eatlah Charina Prinandita Masuk Forbes 30 Under 30

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Kamis, 22 April 2021 - 12:15
Sukses Lewat Menu Andalan Telur Asin, Pendiri Eatlah Charina Prinandita Masuk Forbes 30 Under 30

Forbes 30 Under 30 Asia telah membuat daftar terbaru 2021 dan memasukkan Charina Prinandita ke dalam daftar bergengsi tersebut. Charina merupakan pendiri restoran cepat saji Eatlah yang baru berusia 29 tahun. Charina berhasil masuk ke dalam Forbes 30 Under 30 Asia kategori The Arts atau seni.

Charina dianggap sukses mengkreasikan bisnisnya melalui Eatlah. Ia mendirikan Eatlah pada tahun 2016 bersama dua temannya. Eatlah terkenal sebagai gerai makanan cepat saji dengan beragam menu. Sebelum pandemi, Eatlah memiliki 23 gerai yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Wanita kelahiran 1991 ini merupakan lulusan Fashion Marketing dan Mananjemen di Raffles Design Institute. Ia juga sempat bersekolah di Australian International School Singapore. Sebelum mendirikan Eatlah, ia dahulu adalah seorang fashion stylist Jumius Wong, model asal Singapura.

Hingga pada tahun 2016 tepatnya bulan Mei, Charina mulai merintis Eatlah bersama kedua temannya. Mereka sangat menyukai salted egg chicken yang kerap mereka makan di luar negeri. Lalu, resep itu pun masuk ke Indonesia di dalam menu Eatlah hingga terkenal sampai hari ini.

Dengan konsep nasi hangat yang disajikan dengan telur mata sapi dan ayam goreng renyah beserta bumbu telur asin, Eatlah dikerubungi para pembeli lantaran rasanya yang enak dan cocok di lidah Indonesia.

Saat awal mula berdiri, Eatlah hanya bermodalkan Rp15 juta dan dimulai di pasar Pantai Indah Kapuk (PIK). Saat itu, hanya terjual 20 box saja per harinya dan ketiga pendiri Eatlah sudah sangat bersyukur akan hal itu.

Dengan bermodalkan kesabaran, tekun hingga rasa percaya masyarakat akan kualitas produk Eatlah, dalam dua tahun, Eatlah sudah memiliki 11 cabang dan 70 orang karyawan.

Dalam akun LinkedIn-nya, Charina mengungkap bahwa ia memulai Eatlah bukan karena pandai memasak bak profesional.

"EATLAH dimulai oleh sekelompok teman yang memiliki visi yang sama. Kami tidak memasak seperti seorang profesional, tetapi kami memasak untuk berbagi kebahagiaan lewat memakan makanan favorit kami yang kami temukan selama tinggal di luar negeri." tulisnya.

Meski demikian, bisnis makanan cepat saji seperti Eatlah tak kebal dari pandemi. Charina sempat mengatakan dalam acara Shopeepay Talk , bisnis Eatlah cukup terpukul lantaran delapan dari 23 outlet mereka berada di Mall sehingga harus tutup.

Tetapi prestasi Charina menjadi bukti bahwa kualitasnya membuat ia berhasil masuk ke dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia. Selain Charina, ada dua perempuan asal Indonesia yang juga masuk dalam 30 Under 30 kategori The Arts, yakni Kathleen Godoutomo pendiri H! Cups, dan Liana Gonta Widjaja pendiri Greenly.

Artikel Asli