Holding Grup Astra Catat Laba Bersih Rp 3,73 Triliun

Ekonomi | jawapos | Published at Kamis, 22 April 2021 - 10:52
Holding Grup Astra Catat Laba Bersih Rp 3,73 Triliun

JawaPos.com – Perusahaan di sektor otomotif PT Astra International Tbk (ASII), holding Grup Astra mencatat laba bersih perusahaan di kuartal pertama tahun 2021 mencapai Rp 3,73 triliun. Pendapatan perseroan didorong oleh pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra sebesar Rp 51,7 triliun.

Presiden Direktur ASII Djony Bunarto Tjondro mengaku, pendapatan dan laba bersih grup Astra pada kuartal pertama tahun 2021 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Mengingat tahun lalu pandemi baru mulai mempengaruhi ekonomi Indonesia dan kinerja bisnis secara substansial pada bulan Maret 2020. Walaupun kinerja usaha Grup perlahan membaik pada beberapa bulan terakhir, prospek kinerja tahun ini masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat dampak dari pandemi yang masih berlanjut, ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (22/4).

Ia memaparkan, beberapa kinerja bisnis Astra yang terpapar pandemi diantaranya, penjualan mobil menurun 24 persen menjadi 99.000 unit dengan pangsa pasar menurun dari 55 persen menjadi 53 persen. Sedangkan penjualan Astra atas sepeda motor Honda menurun 17 persen menjadi 1.008.000 unit, namun pangsa pasar sedikit meningkat.

Namun, penjualan alat berat Komatsu meningkat, yang sebagian terpengaruh oleh penurunan volume kontraktor penambangan, penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya lebih rendah, dan posisi neraca keuangan dan pendanaan yang kuat.

Sementara, dari sisi otomotif, laba bersih divisi otomotif Grup Astra menurun 26 persen menjadi Rp 1,4 triliun yang juga disebabkan oleh penurunan volume penjualan. Adapun bersasarkan data Gaikindo, penjualan mobil nasional menurun 21 persen menjadi 187.000 unit pada kuartal pertama tahun 2021.

Disisi lain, bisnis komponen otomotif Grup Astra dengan kepemilikan 80 persen PT Astra Otoparts Tbk (AOP), mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 43 persen menjadi Rp164 miliar pada kuartal pertama tahun 2021. Halitu disebabkan meningkatnya keuntungan selisih kurs, meskipun pendapatan dari segmen pabrikan menurun.

Kemudian, laba bersih bisnis jasa keuangan Grup menurun 30 persen menjadi Rp 985 miliar dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2020. Hal itu disebabkan oleh peningkatan provisi guna menutupi kredit bermasalah yang meningkat pada periode tersebut dan penurunan portofolio pembiayaan pada bisnis pembiayaan konsumen.

Lalu, laba bersih Grup dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi meningkat 3 persen menjadi Rp 1,1 triliun. Hal itu disebabkan oleh peningkatan penjualan alat berat Komatsu serta harga emas dan batu bara yang lebih tinggi. “Sebagian terpengaruh oleh volume kontrak penambangan yang lebih rendah akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung pada kuartal pertama tahun 2021,” imbuhnya.

Di bisnis logistik, meskipun pendapatan jalan tol meningkat, divisi infrastruktur dan logistik Grup mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 42 persen menjadi Rp 42 miliar. HalItu disebabkan oleh recovery one-off biaya transaksi yang terjadi pada kuartal pertama 2020.

Pada bisnis teknologi informasi, laba bersih dari divisi teknologi informasi Grup menurun 50 persen menjadi Rp 1 miliar. Hal itu terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari bisnis solusi dokumen dan layanan perkantoran PT Astra Graphia Tbk (AG), yang 76,9 persen sahamnya dimiliki perseroan.

Adapun divisi properti Grup melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 23 persen menjadi Rp 49 miliar, terutama karena tingkat hunian yang lebih tinggi dan biaya operasional yang lebih rendah di Menara Astra.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli