Gaji PNS Dipotong 2,5% untuk Zakat, Korpri: Tidak Boleh Memaksa

Ekonomi | okezone | Published at Kamis, 22 April 2021 - 08:30
Gaji PNS Dipotong 2,5% untuk Zakat, Korpri: Tidak Boleh Memaksa

JAKARTA - Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrullah mengaku telah menyampaikan masukan kepada Sekretariat Negara terkait dengan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tentang kewajiban para PNS membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Di mana gaji PNS nantinya dipotong 2,5% dari gaji yang diterimanya.

xe2x80x9cJadi kita setuju perpres itu tapi dengan syarat,xe2x80x9d katanya, Kamis (22/4/2021).

Zudan mengatakan bahwa perpres tersebut haruslah aturan yang memberikan kemudahan bagi PNS membayar zakat. Selain itu, dia menekankan sifatnya tidak boleh memaksa melainkan harus sukarela dan ada persetujuan dari PNS tersebut.

xe2x80x9cTidak boleh berupa hal yang memaksa. Jadi membayar zakat dipotong itu merupakan bentuk kesukarelaan. Sifatnya volunteer gitu. Kalau mau dipotong kita satu kantor melapor ke Baznas. Ini atas nama ini, ini, ini melaporkan siap dipotong langsung,xe2x80x9d ungkapnya

Dia mengingatkan agar kebijakan ini tidak seperti di masa Orde Baru. Dimana ada iuran wajib bagi PNS sebesar Rp1.0000

xe2x80x9cTidak boleh seperti dulu waktu jaman Orde Baru ada Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila dipotong Rp1.000 semua. Kami harus menjaga wibawa negara bahwa negara ini tidak lagi melakukan pemaksaan seperti dulu,xe2x80x9d tuturnya.

Syarat selanjutnya adalah jika gaji PNS sudah dipotong untuk zakat maka boleh mengusulkan sasaran penyalurannya. Sehingga tidak ada pembatasan.

xe2x80x9cMisalnya wong saya mau menyalurkan zakat ke tetangga saya kok harus lewat Baznas. Biar tidak terkesan pembatasan oleh negara dalam menjalankan ibadahnya. Zakat kan ibadah. Kalau zakat harus lewat Baznas kan terkesan dibatasi,xe2x80x9d tuturnya.

Lebih lanjut Zudan juga mengingatkan agar tidak ada pemangkasan dua kali untuk zakat bagi PNS yang bersedia. Hal ini mengingat di kementerian/lembaga maupun daerah sudah ada unit pengelola zakat yang mana dipotong langsung dari gaji.

'
Artikel Asli