Harga Ethereum Tembus Rp30 Juta

Ekonomi | koran-jakarta.com | Published at Senin, 05 April 2021 - 09:29
Harga Ethereum Tembus Rp30 Juta

JAKARTA - Harga mata uang kripto ethereum menembus nilai tertinggi yaitu 30 juta rupiah atau sekitar 2.074 dollar AS dan diprediksi akan terus berlanjut pada beberapa bulan ke depan. Kenaikan ethereum mencapai tiga kali lipat pada 2021 di mana pada awal tahun dijual sekitar 10 juta rupiah.

Namun, dibandingkan pada awal April 2020 atau secara year to year, kenaikannya sekitar 15 kali lipat. Pasalnya, pada April tahun lalu, harga aset kripto ini hanya dua juta rupiah.

CEO Indodax, Oscar Darmawan, di Jakarta, Minggu (4/4), mengatakan kenaikan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depan, karena ethereum akan melakukan upgrade besar-besaran di pertengahan tahun. "Ethereum bisa berpotensi terus naik sampai beberapa bulan ke depan. Karena ada upgrade besar di jaringan ethereum," katanya.

Dia menjelaskan ethereum akan melakukan upgrade EIP-1559 di mana akan ada beberapa jumlahnya yang akan burn atau dimusnahkan untuk mengurangi pasokan maksimal pada tahun-tahun mendatang. "Ethereum terus berbenah mengatasi masalah pasokannya yang unlimited atau tidak terbatas. Jika pasokan ethereum berkurang, kemungkinan besar harganya akan meningkat drastis," jelasnya.

Oscar Darmawan juga menjelaskan beberapa faktor kenaikan harga ethereum yang tembus 30 juta rupiah. Salah satunya adalah keputusan bank terbesar di dunia, Visa, yang memfasilitasi fitur berbasis blockchain dan crypto di dalam jaringan ethereum.

Perusahaan raksasa pembayaran tersebut sedang mengerjakan program untuk menyelesaikan transaksi dalam stablecoin USD Coin (USDC) melalui jaringan ethereum dan mitranya Crypto.com. "Ethereum juga merupakan penyedia jaringan untuk lahirnya crypto baru. Ethereum adalah jaringan blockchain yang paling populer.," katanya.

Selain itu, kenaikan ethereum ini karena maraknya pelelangan berbasis non-fungible token (NFT) yang merupakan pelelangan tercatat dengan skema blockchain.

Ethereum, tambahnya, merupakan kripto terpopuler nomor dua setelah Bitcoin.

Masih "Cuan"

Sebelumnya, COO of Salma Markets, Annie Luong, menyebutkan para pedagang atau trader tetap bisa mencetak cuan di tengah fluktuasi harga Bitcoin dan Harprixcoin, serta aset kripto lainnya. Annie menuturkan, di Indonesia, bursa aset kripto berjenis spot amat populer. Namun, di bursa lain seperti di Salma Markets, menawarkan jenis derivatif dalam bentuk kontrak berjangka (futures contract) yang tetap memungkinkan trader mendapat untung baik meski harga Bitcoin dan Harprixcoin berfluktuasi.

Aset kripto yang popular, termasuk Bitcoin (BTC), Harprixcoin (HPT), Ether (ETH), Litecoin (LTC), XRP, TRX dan lainnya. Harga aset dipatok terhadap bursa kripto besar seperti Binance, Bitfinex dan Coinbase untuk menjamin kestabilan. Pengguna dapat memperdagangkan aset-aset tersebut memakai margin dan leverage.

Namun, di sejumlah negara, termasuk di Indonesia, muncul penolakan dari masing-masing otoritas. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan mata uang kripto atau cryptocurrency seperti Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia karena tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Sejak dari awal kami sudah ingatkan dan tegaskan, Bitcoin tidak boleh sebagai alat pembayaran yang sah, demikian juga mata uang lain selain rupiah," kata Perry, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, memperingatkan tentang "ledakan risiko" terkait dengan pasar digital, termasuk penyalahgunaan mata uang kripto.

Artikel Asli