Pertamina Diminta Gunakan Teknologi Terbaru

Ekonomi | koran-jakarta.com | Published at Senin, 05 April 2021 - 08:41
Pertamina Diminta Gunakan Teknologi Terbaru

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta Pertamina menggunakan teknologi terbaru di bidang minyak dan gas (migas). Hal itu maksudkan untuk mengantisipasi kebakaran seperti yang terjadi di Kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Kami minta untuk dilakukan evaluasi dan pengamanan harus sesuai standar internasional yang berlaku, serta mengacu teknologi terbaru yang saat ini digunakan pada industri sejenis," kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif, di Indramayu, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan dengan teknologi terbaru, diharapkan kejadian di Kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, tidak lagi terjadi di tempat lainnya dan ini bisa dijadikan pelajaran bagi Pertamina.

Selain itu, Menteri Arifin juga meminta Pertamina mengkaji dan mengevaluasi sistem kerja yang saat ini diterapkan pada seluruh kilang minyaknya. Evaluasi itu dibutuhkan oleh Pertamina, kata dia, agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di semua kilang yang dimiliki dan kebakaran tersebut seharusnya menjadi pengalaman dan pelajaran.

"Ke depannya, dari kejadian ini, Pertamina harus melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi apa saja yang diperlukan dari sistem pengamanan kilang-kilangnya. Jadi, pelajaran yang diambil dari beberapa kejadian yang terjadi di beberapa kilang, kami minta untuk dilakukan evaluasi," kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif.

Menteri ESDM menambahkan untuk penyebab kebakaran tangki di Kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih dalam proses investigasi, baik dari internal maupun eksternal. "Penyebab masih dalam proses investigasi yang dilakukan oleh Pertamina dan juga pihak eksternal," kata Arifin.

Dia mengatakan untuk penyebab kebakaran di empat tangki Kilang Pertamina Balongan, juga diharapkan instansi internasional bisa mengkaji apa yang telah terjadi dengan insiden tersebut. "Kami juga ingin mendapatkan kajian dari instansi internasional yang menangani bidang kecelakaan kerja insiden seperti sekarang ini," tutur Menteri ESDM.

Sebelumnya, Pertamina RU VI Balongan sempat menyatakan kebakaran tersebut diduga karena adanya petir yang menyambar di sekitar tangki pada saat kejadian. Sedangkan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Dofiri, mengatakan bahwa kebakaran itu diduga karena adanya kebocoran pipa tangki, namun pihaknya belum dapat memastikan karena belum dilakukan olah tempat kejadian perkara.

Segera Ditindaklanjuti

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan standar keamanan di Kilang Pertamina sudah sesuai dengan yang ditentukan. Namun, adanya permintaan dari Menteri ESDM, maka akan dikerjakan secepatnya.

"Sebetulnya standar keamanan sudah kita terapkan, tapi memang karena kita negara tropis, maka perlu penanganan lebih," katanya.

Dia memastikan secara teknis semua perizinan, sertifikasi yang dibutuhkan untuk usaha di bidang migas sudah ditempuh sesuai ketentuan.

Artikel Asli