Mendag Bawa Oleh-Oleh dari China, Capai Kesepakatan Dagang Rp20,04 Triliun

Ekonomi | inewsid | Published at Senin, 05 April 2021 - 09:03
Mendag Bawa Oleh-Oleh dari China, Capai Kesepakatan Dagang Rp20,04 Triliun

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mencapai beberapa kesepakatan perdagangan dengan China. Kesepakatan dagang tersebut merupakan hasil dari kunjungan kerja ke China pada 1 hingga 3 April 2021 yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, Indonesia berhasil mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok senilai 1,38 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp20,04 triliun. “Kesepakatan dagang tersebut berasal dari komitmen enam perusahaan Tiongkok yang akan mengimpor produk sarang burung walet, buah tropis khususnya nanas, porang, gula aren dan furnitur,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (5/4/2021).

Sebagai salah satu contohnya pada produk furniture, perusahaan Shandong Jinruyi Group mengungkapkan minatnya melakukan investasi di Indonesia yang diperkirakan bisa menyerap hingga 3.000 tenaga kerja. Oleh karena itu, Mendag menargetkan ada peningkatan ekspor Indonesia ke China dalam tiga tahun ke depan. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia ke China pada 2020 tercatat sebesar 31,78 miliar dolar AS atau naik 13,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara total perdagangan kedua negara di tahun yang sama tercatat sebesar 71,41 miliar dolar AS.

“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia ke Tiongkok menjadi 100 miliar dolar AS pada 2024," kata Mendag.

Selain kesepakatan dagang dan investasi, kedua negara sepakat menjajaki kerja sama ekonomi yang lebih dalam dengan melakukan pembaruan dari skema bilateral Economic and Trade Cooperation yang telah terjalin sejak 2011 menjadi Trade and Investment Facility Agreement (TIFA).

Indonesia dan China juga sepakat mengoptimalisasi kesepakatan yang telah terjalin seperti dalam skema ASEAN-China FTA dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Selain itu, Indonesia-China negara juga sepakat memperkuat perdagangan multilateral dalam kerangka World Trade Organization (WTO). Pemerintah Tiongkok berharap Indonesia dapat mendukung proposal Investment Facilitation yang sedang digagas di WTO.

Secara umum, ketiga menteri menyepakati penguatan komitmen kedua negara soal isu kawasan, kerja sama ekonomi, investasi, pendidikan, serta penanganan pandemi, pemulihan ekonomi, dan percepatan vaksinasi.

Artikel Asli