Yang Dibutuhkan dari Ganjar, Anies, dan Prabowo Sebelum Pilpres
Mantan anggota DPR RI Akbar Faizal mengungkapkan yang dibutuhkan masyarakat dari bakal capres PDIP Ganjar Pranowo, bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan, dan bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto sebelum Pilpres 2024.
Akbar mengatakan masyarakat butuh meilihat Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto berdebat mengenai permasalahan di tanah air, kemudian menawarakan jalan keluar darinya.
"\'Bertengkarlah wahai para Capres. Ada banyak problem yang butuh perdebatan. Kami ingin melihat bagaimana kalian memahami problem-problem ini dan apa tawaran jalan keluar masing-masing," ucap Akbar.
"Kami tak butuh unggah-ungguh. Ini bukan padepokan. Ini NEGARA. @ganjarpranowo @aniesbaswedan @prabowo," sambungnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Rabu (4/9).
Bertengkarlah wahai para Capres. Ada banyak problem yg butuh perdebatan. Kami ingin melihat bgmn kalian memahami problem2 ini dan apa tawaran jalan keluar masing2. Kami tak butuh unggah-ungguh. Ini bukan padepokan. Ini NEGARA. @ganjarpranowo @aniesbaswedan @prabowo
Akbar Faizal (@akbarfaizal68) October 2, 2023
Sementara itu, berdasarkan simulasi tiga nama survei Indikator Politik Indonesia di Jawa Timur, Ganjar Pranowo berada di urutan tertinggi ungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
"Pak Ganjar 43,9 persen, Pak Prabowo 33,8 persen, dan Mas Anies 14,4 persen," kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat paparan survei yang dikutip dari tayangan YouTube lembaga survei tersebut, Minggu (1/10/2023).
Sedangkan sebanyak 8,0 persen menyatakan tidak memilih atau tidak menjawab.
Melalui hasil survei yang sama, Indikator Politik juga menangkap 64,9 persen pemilih di Jawa Timur merupakan pemilih kuat, yakni kecil atau hampir tidak mungkin mengubah pilihannya.
Jika dirinci, jumlah 64,9 persen tersebut meliputi 38,6 persen pemilih yang kecil kemungkinan berganti pilihan dan 26,3 persen pemilih hampir tidak mungkin mengganti pilihannya.
Sedangkan sebanyak 4,2 responden tidak tahu atau tidak menjawab.
Kendati demikian, dia tak menampik Prabowo dan Anies masih berpeluang meningkatkan elektabilitas di Jawa Timur. Hal itu dikarenakan masih ada 30,9 persen pemilih berpotensi mengubah pilihan, rinciannya 23,1 persen dengan kategori cukup besar kemungkinan dan 7,8 persen sangat besar kemungkinan.
"Jadi sepertiga pemilih Jawa Timur merupakan swing voter, kemudian 64,9 persen merupakan pemilih kuat," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.










