Suara Serupa Jokowi dan Ganjar ke Anies soal PSN Titipan
Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli menunjukkan suara serupa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan bakal capres PDIP Ganjar Pranowo ke bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengenai Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan titipan.
Guntur mengatakan Jokowi dan Ganjar Pranowo serupa meminta Anies Baswedan menunjukkan data dari tuduhannya bahwa PSN adalah proyek titipan dari pihak-pihak tertentu.
"Ganjar & Jokowo 1 suara mempertanyakan data Anies yang menuduh Proyek Strategis Nasional "titipan kanan-kiri" Ayo buka datanya," ucap Ketua Umum GANJARIAN SPARTAN itu.
Namun ia mempertanyakan bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto yang tidak menanggapi tuduhan Anies soal PSN titipan seperti Jokowi maupun Ganjar.
"Kalau Prabowo kok diem? Kok gak belain Jokowi? Cuma eksploitasi Jokowi saja ya...," ucap mantan politikus PSI itu dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Senin (2/10).
Ganjar & Jokowo 1 suara mempertanyakan data Anies yg menuduh Proyek Strategis Nasional "titipan kanan-kiri" Ayo buka datanya. Klau Prabowo kok diem? Kok gak belain Jokowi? Cuma eksploitasi Jokowi saja ya... pic.twitter.com/0HAsO1zbNf
Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) October 2, 2023
Sebelumnya, Anies Baswedan mengkritisi soal Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi titipan kanan-kiri. Hal ini disampaikan Anies saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional 1 Partai Masyumi pada Sabtu (30/9/2023).
Rujukannya Rencana Jangka Panjang, turunannya Rencana Jangka Menengah, dan turunannya kemudian PSN. Merujuk ke sana. Tapi kalau itu tak dilakukan dengan baik, PSN itu kemudian jadi titipan kanan-kiri yang masuk tanpa kita ketahui bagaimana proses itu disusun, kata Anies dikutip dari Republika.
Anies mengatakan, jika memang ada titipan dalam pelaksanaan proyek tersebut maka masyarakat akan dirugikan. Karena itu, ia ingin agar pelaksanaan PSN perlu diluruskan kembali sehingga mencerminkan tujuan awal.
Dan ketika titipan kanan-kiri, konsekuensinya dirasakan oleh masyarakat. Ini kita kembali perlu luruskan, sehingga apa yang menjadi kebijakan-kebijakan itu mencerminkan tujuan awal, ujarnya.










