Makna Filosofi di Balik Batik Parang hingga Truntum Presiden Jokowi dan Ibu Negara di Istana Berbatik

Makna Filosofi di Balik Batik Parang hingga Truntum Presiden Jokowi dan Ibu Negara di Istana Berbatik

Gaya Hidup | BuddyKu | Minggu, 1 Oktober 2023 - 21:19
share

PRESIDEN RI Joko Widodo ( Jokowi) dan Ibu Iriana Jokowi tampil kompak dengan busana Batik saat menghadiri Istana Berbatik, Minggu malam, 1 Oktober 2023 di depan halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Pada acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober itu, Jokowi tampil dengan pakaian kemeja lengan panjang motif Batik berwarna coklat dengan celana hitam.

Dari keterangan resmi Biro Pers Sekretariat Presiden, busana Batik coklat yang dikenakan Jokowi sendiri memiliki detail motif Batik Parang Barong Seling Kembang alias Parang Barong Seling Kembang Udan Riris.

Ternyata, filosofi di balik Motif Batik yang dikenakan Jokowi kali ini tak kalah menarik. Motif Parang sendiri memiliki makna memerangi. Motif ini memiliki makna di mana seorang pemimpin harus berani bersikap tegas memerangi ketidak benaran yang ada. Motif batik Parang biasa dikenakan oleh para Raja.

Sementara itu, motif Udan Riris memiliki makna hujan gerimis yang memberikan kesejukan di tengah kondisi yang gersang atau kering.

Ibu Negara, Iriana Jokowi tampak anggun dan elegan dalam balutan atasan blouse hitam yang dipadukan dengan outer motif Truntum serta bawahan berupa kain batik dengan motif Parang.

Melenggang Jadi Model Catwalk, Sri Mulyani Asyik Selfie di Runway Istana Berbatik

Truntum sendiri diambil dari Bahasa Jawa taruntum yang berarti tumbuh kembali atau bersemi kembali. Nah, asal usul batik ini selalu dikaitkan dengan cerita Ratu Kencana loh! Batik bergambar kuntum atau kembang di langit ini punya menyimbolkan cinta dan kasih sayang yang selalu bersemi di antara pasangan.

(Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

Dengan adanya keterlibatan dubes dari negara-negara sahabat sebagai model dan penayangan event ini di media-media nasional, maka Istana Berbatik ini dapat menjadi sarana yang tepat untuk mempromosikan batik di pasar internasional.

Selain itu, "Istana Berbatik" juga menjadi momen penting untuk semakin meneguhkan batik sebagai warisan budaya asal Indonesia, sebagaimana UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) sejak 2 Oktober 2009

Sebagai informasi, berdasarkan pantauan di lokasi, Presiden dan Wapres tiba di panggung Istana Berbatik sekitar pukul 18.47 WIB. Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menyempatkan untuk menyalami dan menyapa tamu undangan yang hadir. Kehadiran Jokowi disambut tepuk tangan antusias dari tamu undangan yang hadir.

Turut hadir dalam acara ini para menteri kabinet, kepala lembaga, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan para duta besar (dubes) negara-negara sahabat.

Acara inti dari event Istana Berbatik sendiri menampilkan fashion show yang melibatkan sekitar 500 peserta yang terdiri dari para pejabat negara, petinggi kementerian/lembaga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), public figure, perwakilan kerajaan-kerajaan nusantara, hingga para duta besar (dubes) negara-negara sahabat.

Topik Menarik