Panasnya Jakarta Beberapa Hari Ini Masih Dianggap Wajar Hingga November
Masyarakat Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini tengah dilanda cuaca panas ekstrim dan gerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu panas menyengat yang belakangan terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya akan berlangsung cukup lama.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyebutkan sebagian besar Pulau Jawa, termasuk kawasan Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya akan terus alami kemarau, kekeringan, dan minimnya curah hujan hingga beberapa bulan mendatang.
BMKG mengatakan musim hujan baru akan terjadi di sebagian besar daerah Jawa serta Bali pada November. Sementara itu, musim hujan sudah mulai terjadi di Indonesia bagian utara, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau pada bulan September ini.
"(Suhu panas di Jakarta dan sekitarnya) berakhir sampai mulai awal musim hujan di November," ujar Guswanto kepada wartawan baru-baru ini.
Guswanto menerangkan, suhu panas yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya, pemanasan sinar matahari cukup optimal yang terjadi pada pagi menjelang siang dan siang hari.
"Saat ini, posisi semu matahari (pada bulan September) berada tepat di atas khatulistiwa, sehingga penerimaan sinar matahari cukup merata di wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Jabodetabek," ungkap Guswanto.
Guswanto menambahkan, suhu udara maksimum di wilayah Indonesia 10 hari terakhir terpantau mencapai 35-37 derajat Celsius. Meski demikian, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karenamasih dalam tahap wajar.
"Kondisi ini merupakan hal yang biasa dan normal terjadi pada musim kemarau dan periode peralihan musim," tutur Guswanto.
Lebih lanjut, Guswanto mengimbau masyarakat untuk banyak minum air ketika suhu panas melanda sehingga dapat mencegah dehidrasi.
"Bila keluar rumah sebaiknya memakai payung atau sunblock atau tabir surya untuk mencegah kulit terbakar," pungkas Guswanto.










