Review Film: The Creator, Mungkinkah AI dan Manusia Hidup Berdampingan?

Review Film: The Creator, Mungkinkah AI dan Manusia Hidup Berdampingan?

Berita Utama | BuddyKu | Jum'at, 29 September 2023 - 17:00
share

Penikmat film ber-genre Sci-fi, di minggu ini kalian wajib mampir ke bioskop untuk menyaksikan film karya Sutradara Gareth Edwards ( Rogue One: A Star Wars Story, Star Wars: The Last Jedi ) berjudul The Creator . Di bawah rumah produksi 20th Century Fox film ini menghadirkan cerita di masa depan, di mana manusia dan AI ( artificial intelligence ) saling berkonflik dengan balutan visual memukau.

Sinopsis Film

review film the creator

Berlatar tahun 2070, di masa ini diceritakan kemajuan AI mengalami peningkatan dan para robot bisa beraktivitas selayaknya manusia. Di era ini pula, wilayah Asia tergabung menjadi Asia Baru yang meliputi negara-negara di Asia Tenggara.

Joshua (John David Washington) seorang agen mata-mata asal Amerika Serikat harus menghadapi kegagalan dalam menyelesaikan misinya menghabisi The Creator. Penyamaran Joshua terbongkar ketika ia dan sang istri Maya (Gemma Chan) hendak melarikan diri dari kejaran tentara. Selepas tragedi penyerangan, Joshua pun kembali tinggal di Amerika Serikat.

review film the Creator Sumber: 20th Century Studios

Meski awalnya ingin melupakan masa lalu, tawaran untuk kembali melanjutkan misi datang saat Collonel Howell (Allison Janney) memberitahu Joshua jika pasukan Amerika Serikat melihat keberadaan Maya di Asia Baru.

review the creator

Dengan harapan bisa bertemu kembali dengan istrinya, sekaligus melanjutkan misi menghancurkan The Creator, Joshua pun kembali ke Asia Baru bersama pasukan elit. Pada akhirnya, Joshua bertemu dengan AI ciptaan The Creator, yang disebut tentara Amerika Serikat sebagai senjata pemusnah massal dalam wujud anak kecil.

Sajian visual yang memuaskan

review the creator

Film The Creator memiliki durasi 133 menit, film ini hadir dalam layar IMAX dan reguler (saya sarankan untuk menikmatinya dalam layar IMAX). Sebagai film Sci-Fi, The Creator menampilkan banyak latar visual yang mengandalkan teknik CGI. Dan menurut saya tampilan film The Creator terasa smooth dan memberikan cinematic experienced yang memuaskan.

Dalam film ini digambarkan bagaimana sejatinya manusia dan AI bisa saling hidup berdampingan, khususnya di wilayah Asia Baru. Tetapi pandangan berbeda dimiliki oleh tentara Amerika Serikat, yang menganggap AI adalah ancaman bagi umat manusia. Karakter Maya yang berada di kubu AI membuat film ini banyak menampilkan unsur humanisme dari karakter AI, dan pergolakan batin karakter Joshua.

review the creator

Di beberapa scene ditampakkan bagaimana AI mampu bertindak dan memiliki karakter (yang menariknya), terlihat lebih berperasaan dibandingkan manusia itu sendiri. Hal ini secara sukses menarik rasa emosi dan simpati penonton.

Hadirkan beragam budaya Asia Tenggara

Di sisi lain, karena mengambil latar Asia Baru yang meliputi negara di Asia Tenggara, berbagai bahasa dari Thailand, Vietnam dan Indonesia terdengar di beberapa adegan. Bahkan untuk latar lagu, tiga single milik musisi Indonesia, Golden Wing, terdengar menjadi latar di beberapa scene .

https://www.youtube.com/watch?v=ex3C1-5Dhb8

Untuk kisahnya sendiri, konflik yang dihadirkan tampak meningkat dan bisa membuat penonton tetap penasaran untuk mengetahui akhir kisah perjalanan Joshua dan sang bocah AI, Alphie (Madeleine Yuna Voyles). Chemistry Joshua dan Alphie pun terus meningkat sampai akhir kisah, hingga bisa membuat penonton menaruh simpati pada keduanya.

Sumber gambar: IMDB

Topik Menarik