Sebaiknya Opini Elektabilitas Anies-Cak Imin Lemah Dibiarkan
Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta (KWJ) Andi Sinulingga merasa sebaiknya opini elektabilitas bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan dan bakal cawapres Muhaimin Iskandar alias Cak Imin lemah dibiarkan.
Pasalnya, kata Andi, opini lemahnya elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin yang digaungkan pendukung bakal capres PDIP Ganjar Pranowo hanya terjadi di sosial media (sosmed).
Andi pun meminta agar lembaga survei Politika Research and Consulting (PRC) tidak membuat parno para pendukung Ganjar Pranowo tersebut dengan memproyeksikan tren elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin akan terus berlanjut dan berpotensi dominasi Pulau Jawa.
"Jangan di bikin parno teruslah, Lebih baik biarin aja pendukungnya Ganjar opinikan Anies-Muhaimin lemah, cuma opini di sosmed ini, yang penting itu kerja-kerja di bawah & hasil akhir nanti yang bicara," ungkapnya.
Kemudian Andi menyindir wacana duet Ganjar dengan bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto. "Anies-Muhaimin lemah aja mereka mau gabung, gimana kalau kuat," imbuhnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Rabu (27/9).
Jgn di bikin parno teruslah, Lebih baik biarin aja pendukungnya ganjar opinikan Anies-Muhaimin lemah, cuma opini di sosmed ini, yg penting itu kerja2 di bawah & hasil akhir nanti yg bicara. Anies-Muhaimin lemah aja mereka mau gabung, gimana kalau kuat ????https://t.co/cvgtLjhVf8
Andi Sinulingga (@AndiSinulingga) September 27, 2023
Sebelumnya, tren penguatan elektabilitas Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) diproyeksikan akan terus berlanjut, bahkan berpotensi mendominasi Pulau Jawa.
"Hasil beberapa survei terbaru menunjukkan bahwa tren di mana Anies tak terbendung menggerus suara kandidat lainnya, khususnya Prabowo," kata Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting (PRC) Rio Prayogo.
Rio mengatakan Anies juga mengalami penguatan elektabilitas di sluruh provinsi besar di Pulau Jawa, dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dan di saat yang sama Ganjar mengalami pelemahan di Jawa Tengah, sedangkan Prabowo di Jawa Barat dan Jawa Timur.
"Jika tren tersebut terus berlangsung, bukan tidak mungkin Anies-Gus Muhaimin akan mendominasi Pulau Jawa," kata Rio dikutip dari Kumparan.










