Presiden Minta Diselesaikan Secara Kekeluargaan Semoga Saja Permasalahan Rempang Happy Ending Ya

Presiden Minta Diselesaikan Secara Kekeluargaan Semoga Saja Permasalahan Rempang Happy Ending Ya

Seleb | BuddyKu | Rabu, 27 September 2023 - 07:23
share

Konflik agraria dalam pembangunan Rempang Eco-City semoga happy ending. Sebab, Presiden Jokowi telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara kekeluargaan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi dan sejumlah jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/9).

Presiden Jokowi memberi arahan agar masalah di Rempang diselesaikan secara baik, kekeluargaan dan tetap mengedepankan hak-hak dan kepentingan masyarakat di sekitar lokasi itu diadakan, ujar Bahlil.

Diakui Bahlil, pihaknya juga telah berkunjung langsung ke Pulau Rempang beberapa hari lalu untuk bertemu dengan masyarakat di sana.

Berdasarkan hasil kunjungannya, dia menemukan solusi, yakni melakukan pergeseran rumah warga ke area yang masih berada di Pulau Rempang, bukan relokasi atau penggusuran.

Tadinya kita mau relokasi dari Rempang ke Galang. Tapi sekarang hanya dari Rempang ke kampung yang masih ada di Rempang, ungkapnya.

Menurut Bahlil, warga terdampak akan dipindahkan ke Tanjung Banun, dan sudah ada 300 Kepala Keluarga (KK) dari total 900 KK yang bersedia dipindahkan.

Di samping itu, masyarakat juga akan diberikan penghargaan berupa tanah seluas 500 meter persegi berikut dengan sertipikat hak miliknya, serta dibangunkan rumah dengan tipe 45.

Apabila ada rumah yang lebih dari tipe 45 dengan harga Rp 120 juta, apabila ada yang lebih, nanti dinilai oleh KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) berapa, itu yang akan diberikan, ucap Bahlil.

Dalam rapat tersebut, Bahlil juga melaporkan bahwa dari 17 ribu hektare area Pulau Rempang, hanya sekitar 8 ribu hektare lahan saja yang akan dikelola terlebih dahulu. Selebihnya masih hutan lindung.

Kami fokus pada 2.300 hektare tahap awal untuk pembangunan industri yang sudah kami canangkan tersebut untuk membangun ekosistem pabrik kaca dan solar panel, tuturnya.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, jika tak segera diselesaikan, konflik agraria di Rempang dapat berimbas pada iklim investasi di Indonesia.

Indonesia akan mengalami kerugian yang cukup besar dari segi investasi karena investor bisa saja menarik modalnya.

Kerugian kedua, kalau itu tidak jadi, artinya perencanaan produksi dan segala macem juga hilang, opportunity cost -nya besar, kata Agus di Jakarta, kemarin.

Tak hanya itu, Agus menyebut apa yang terjadi di Rempang dapat menjadi preseden buruk bagi Indonesia di mata investor luar negeri.

Sebab, Pemerintah menjadi pihak yang menawarkan investasi. Namun kenyataannya, justru mendapat penolakan dari masyarakat.

Sebab itu, jika menawarkan dan membuka investasi kita harus siap. Termasuk ada tidaknya studi soal antropologi, kemudian identifikasi kemungkinan konflik.

Selain itu, bisa juga diperkirakan antisipasi, sehingga nanti mitigasi terukur agar proses investasi dapat berjalan lancar dan aman di Rempang, katanya.

Agus melihat, sejauh ini di setiap program pembangunan infrastruktur atau investasi tidak terlihat studi antropologinya.

Padahal, itu bisa menjadi tolok ukur untuk mengetahui beragam dampak yang mungkin bisa ditimbulkan.

Misalnya, kalau harus dipindahkan apa sih dampaknya? Terus bagaimana sih cara bicara dengan mereka gitu. Karena tidak semua masyarakat itu punya surat yang disebut sertifikat dari Pemerintah, ujarnya.

Namun, Agus menilai, untuk mengungkap itu semua bukan hal yang mudah. Karena pasti ada pihak lain di belakang masyarakat yang mengklaim kepemilikan tanah di Rempang.

Dia pun menduga, ada unsur politik yang menunggangi konflik di Rempang. Baik itu pihak yang ada di dalam Pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Jadi ya pasti ada yang membekingi. Sekarang terserah presiden mau bagaimana, panggil saja semuanya rapat kabinet terbatas, tetapkan. Lalu buat Keppresnya, tandas Agus.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 27/9/2023 dengan judul Presiden Minta Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Semoga Saja Permasalahan Rempang Happy Ending Ya

Topik Menarik