Berapa Pun Poros di Pilpres, Relawan Optimis Ganjar Pranowo Menang Satu Putaran
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum kelompok relawan Ganjarian Spartam Mohamad Guntur Romli menilai ada dua pihak yang paling semangat membahas soal wacana penggabungan koalisi pendukung bakal capres Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Pertama, menurutnya, pihak yang semangat membahas soal peleburan koalisi Ganjar dan Prabowo adalah kubu bakal capres Anies Baswedan.
"Kubu Anies yang khawatir akan langsung head to head dengan kubu Ganjar dan kubu Prabowo seandainya bisa bersatu, kemudian mereka mulai memframing akan ada kolisi rakyat vs koalisi kekuasaan," kata Guntur dalam keterangan tertulis tertulis, dikutip Senin (25/9/2023).
"Padahal mereka lah koalisi antitesa Jokowi, sekaligus antitesa rakyat, karena rakyat masih menginginkan program-program Jokowi diteruskan, bukan diubah-ubah oleh Kubu Perubahan Anies-Imin (Muhaimin Iskandar), apalagi dihentikan," sambungnya.
Pihak kedua, sebutnya, yakni kubu Prabowo Subianto. Dalam hal ini Guntur mengaitkan dengan masuknya nama putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dalam bursa bakal cawapres pendamping Prabowo.
"Kubu Prabowo yang mau \'merendahkan\' dan \'menghina\' Ganjar dan PDIP dengan usulan memasang sebagai Cawapres Prabowo," ujar politisi PDIP itu.
"Ini usulan paling licik setelah kubu Prabowo mencatut foto dan nama Gibran salah satu kader terbaik PDIP sebagai cawapres Prabowo. Dan Mas Gibran dengan tegas sudah menolaknya," sambungnya.
Atas hal itu, Guntur menegaskan bahwa keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada 21 April 2023 lalu adalah Ganjar sebagai capres dari PDIP, dimana partai tersebut memiliki \'golden ticket\' yang bisa mengajukan pasangan capres-cawapres tanpa berkoalisi dengan partai-partai yang lain.
Meskipun demikian, ungkapnya, dalam perjalanan dan dinamika pencapresan Ganjar Pranowo, PDIP telah membuka komunikasi dengan semua parpol dan telah membangun bekerjasama dengan PPP, Perindo dan Hanura.
"Ibu Megawati adalah seorang \'leader\' bukan \'dealer\', seorang pemimpin ideologis yang sangat serius dan konsisten memikirkan nasib rakyat dan bekerja demi kepentingan rakyat, bukan pengasong politik kepentingan yang sibuk berdansa-dansa dengan menjadikan rakyat sekedar penontonnya, atau menggelar drama \'turun gunung," tuturnya.
"Sesuai \'Khittah\'-nya, PDIP merupakan alat perjuangan rakyat bukan \'alat negoisasi politik kepentingan\'," tambah Guntur Romli.
Sebagai alat perjuangan rakyat, lanjutnya, maka tujuan PDIP adalah mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, mewujudkan Indonesia Sejahtera yang berkeadilan sosial, yang berdaulat di bidang politik, berdiri di kaki sendiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.
"PDIP adalah partai pelopor yang menggembleng kader-kader partai berjiwa pelopor bukan berjiwa kalkulator," ucap Guntur.
Karena itulah, sebutnya, segala percakapan terkait kerjasama PDIP yang memiliki \'golden ticket\' dalam pencapresan dengan pihak-pihak lain, di samping hal ini menunjukkan keluwesan dan kerendahan hati PDIP dan juga harus diletakkan dalam konsistensi keputusan Ketua Umum PDIP Ibu Megawati bahwa Ganjar Pranowo sebagai capres.
"Kalaupun kubu Ganjar terlihat seperti \'pasif\' dalam perputaran koalisi capres, karena "sami\'na wa atha\'na" menjalankan perintah Ketua Umum PDIP agar kader-kader menjauhkan diri dari dansa-dansa politik dan lebih memilih bergerak di level akar rumput, menyapa langsung rakyat, bergerak dari pintu ke pintu untuk memastikan kemenangan Ganjar Pranowo dalam satu putaran, tak peduli berapa pun porosnya. Mau dua poros, tiga poros atau empat poros sekalipun, Ganjar Pranowo menang 1 putaran. Insya Allah," tandasnya.
Lebih jauh, Guntur mengatakan saat ini elektabilitas Ganjar telah rebound, terus menanjak, sedangkan dukungan ke kubu capres lainnya mulai terbelah.
"Kubu sebelah dukungannya mulai terbelah dan terpecah. Dari hasil beberapa survei Anies-Imin berhasil mencuri dukungan dari kubu Prabowo," bebernya.
"Pastinya rakyat mulai jengah, karena hanya jadi penonton akrobat politik dan dansa-dansa politik baik dari kubu Prabowo dan Anies. Inilah karma dan hukuman dari rakyat terhadap mereka hanya hanya asyik dansa-dansa politik," imbuhnya.
Bagi eks politisi PSI itu, kubu yang benar-benar serius, konsisten, tidak neka-neko dalam memperjuangkan rakyat hanya kubu Ganjar Pranowo.
Kementerian UMKM Bersinergi dengan Kemendagri dan Kemenpora Optimalkan Pengelolaan Stadion
"Ganjar terus melesat, Prabowo nyungsep, pendukungnya mulai kabur, Anies-Imin naik tipis-tipis, bisa memecah suara dan merebut suara Prabowo, maka insya Allah Ganjar menang 1 putaran," pungkasnya.










