Kereta Cepat

Kereta Cepat

Nasional | BuddyKu | Minggu, 24 September 2023 - 08:23
share

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kamis, 21 September 2023, saya beruntung sempat mencoba naik Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dari Stasiun Halim, Jakarta, ke Stasiun Tegalluar di Bandung, Jawa Barat, dan kembali ke Halim.

Terima kasih kepada Pak Edie Haryoto yang telah mengajak saya untuk bergabung bersama KAFEGAMA, Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada.


Sungguh, saya seakan tidak percaya. Pukul 9.00 WIB kami berangkat dari Stasiun Halim. Hanya dalam waktu 25 menit KCJB sudah sampai di Stasiun Padalarang.

Berhenti di sini selama 2 menit. Kemudian terus menuju ke stasiun akhir Tegalluar, dan sampai 46 menit sejak berangkat dari Halim.

Di Tegalluar berhenti selama 25 menit dan KCJB kembali lagi ke Stasiun Halim. KCJB sampai kembali di Stasiun Halim pukul 10.56 WIB. Begitu cepat sekali. Luar biasa....

Secara umum, kereta ini nyaman dan sangat stabil, serta akselerasinya tidak begitu terasa, tahu-tahu sudah mencapai kecepatan maksimalnya.

Ketika running textdi atas pintu menunjukkan kecepatan kereta pada angka 349 km/jam, saya menaruh koin Rp500 di tepi jendela. Ternyata koin itu tetap berdiri dan tidak rebah. Berarti kereta ini stabil sekali. Hebat!

Ketika kemudian angka kecepatan menunjukkan angka 350 km/jam, hampir seluruh penumpang di gerbong berteriak-teriak.

Begitu cepatnya KCJB ini, sehingga ketika berpapasan dengan kereta dari arah sebaliknya, kereta terasa seperti sedikit terdorong ke samping, saking cepatnya.

KCJB ini sungguh sangat stabil dan nyaman, meluncur di atas rel di permukaan tanah, di atas tanah, di jembatan, dan di terowongan.

Ada sebanyak 13 terowongan yang dilewati, total panjangnya 16.662 meter. Dan yang terpanjang 4.478 meter yang terletak di Cikalong Wetan.

Kereta cepat ini menggunakan tenaga listrik, di mana tenaga listriknya akan disalurkan melalui jaringan Listrik Aliran Atas atau Overhead Catenary System.

KCJB juga menggunakan sound barrier atau pencegah kebisingan untuk menghalau emisi suara yang dihasilkan.

Kereta Cepat Jakarta Bandung memiliki panjang trase 142,3 km, dari Stasiun Halim sampai Stasiun Tegalluar di Bandung. Kapasitas satu rangkaian kereta cepat terdiri dari delapan gerbong.

KCJB memiliki 11 trainset, termasuk di antaranya dua trainsetsebagai kereta cadangan dan pengganti.

Para masinis KCJB dilatih dari para masinis yang sudah pengalaman sebagai masinis. Paling tidak sudah berpengalaman lebih dari 100 ribu km, di kereta jenis lainnya.

Renfe
Jadi ingat ketika pada 2009, saya naik kereta Renfe dari Madrid ke Barcelona. Jaraknya 621 km dan ditempuh hanya dalam waktu dua jam.

Pada waktu itu, kereta itu pun relatif masih baru. Kereta cepat itu menjadi pilihan lain, selain penerbangan dari Madrid ke Barcelona. Pada waktu itu, penerbangan Madrid-Barcelona adalah peringkat ketiga penerbangan paling padat di dunia.

Ketika kemudian kereta cepat Renfe beroperasi, frekuensi penerbangan Madrid Barcelona turun hampir separuhnya. Lalu perlahan tetapi pasti, Kereta Renfe ini menjadi pilihan utama, menggantikan penerbangan dari Madrid Barcelona.

Masyarakat secara perlahan beralih lebih memilih kereta cepat Renfe daripada naik pesawat terbang.

Kereta api cepat Jakarta-Bandung relatif lebih cepat daripada Renfe Madrid-Barcelona, pada waktu itu. Tetapi mungkin sekarang kecepatannya sudah naik lagi, daripada 14 tahun silam ketika saya naik dulu itu.

PT KCIC
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berdiri pada Oktober 2015. PT. KCIC adalah perusahaan patungan antara konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dengan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok Beijing Yawan HSR Co. Ltd, dengan bisnis utama di sektor transportasi publik dengan skema business to business(B2B).

PT KCIC adalah pemilik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional, sesuai dengan Perpres No. 3/2016.

Selain mengembangkan infrastruktur transportasi massal, PT KCIC juga turut menunjang peningkatan produktivitas masyarakat di sepanjang trase kereta cepat.
Dengan Transit Oriented Development (TOD), yaitu pengembangan kawasan terintegrasi di setiap area stasiun yakni Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.

Konsep TOD yang dipadukan dengan kereta cepat diyakini dapat meningkatkan kemudahan akses wilayah, sehingga mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah sekitarnya.

Berikut 10 negara yang memiliki kereta cepat:
1. Shanghai Maglev, China, 460 Km/jam
2. Harmoni CR, China, 350 Km/jam
3. CR Fuxing, China, 350 Km/jam
4. DB ICE, Jerman, 350 Km/jam
5. SCNCF TGV, Perancis, 320 Km/jam
6. JR Shinkansen, Jepang, 320 Km/jam
7. ONCF Al Boraq, Maroko, 320 Km/jam
8. Renfe AVE 103, Spanyol, 310 Km/jam
9. Korail KTX-Sancheon, Korea Selatan, 305 Km/jam
10. Trenitalia Frecciarossa 1000, Italia, 300 Km/jam

WHOOSH
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, nama KCJB ini adalah "WHOOSH" sebuah kata yang menggambarkan kecepatan.

Nama itu sudah disetujui oleh tim pengarah jenama kereta cepat, yang terdiri dari Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, dan Menteri Sekretaris Negara.

Adapun WHOOSH itu berarti "Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Handal". Semoga benar-benar begitu, untuk seterusnya.

Akhirnya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini merupakan awal teknologi baru perkeretaapian di Indonesia.

Semoga di masa mendatang kereta cepat ini akan terus berkembang, dan menghubungkan lebih banyak kota dan wilayah di Indonesia lainnya.

Topik Menarik