Said Didu Sarankan Jokowi Belajar Lagi Tentang Demokrasi

Said Didu Sarankan Jokowi Belajar Lagi Tentang Demokrasi

Nasional | BuddyKu | Kamis, 21 September 2023 - 18:03
share

Mantan Sekretaris BUMN Said Didu menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belajar lagi tentang demokrasi karena meminta pemimpin selanjutnya untuk tidak berganti visi.

Said Didu menanyakan kepada Jokowi visi sesungguhnya kepemimpinannya, pasalnya ketika memerintah apa yang diucapkannya berbeda dengan eksekusi yang terjadi di lapangan, sehingga keberlanjutan visi perlu untuk dipertimbangkan dan tidak bisa disetujui begitu saja.

"Bapak Presiden yth, visi Bapak sebenarnya apa sih Karena selama ini yang Bapak kemukakan berbeda dengan yang Bapak laksanakan," ucapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (21/9).

"Jika visi Presiden sebelumnya mengarah pada kehancuran bangsa dan kesengsaraan rakyat - apa perlu dilanjutkan. Saran saya Bapak belajar lagi tentang demokrasi," sambungnya.

Bapak Presiden yth, visi Bpk sebenarnya apa sih ?
Krn selama ini yg Bpk kemukakan berbeda dg yg Bpk laksanakan.
Jika visi Presiden sebelumnya mengarah pada kehancuran bangsa dan kesengsaraan rakyat - apa perlu dilanjutkan ?
Saran saya Bpk belajar lagi ttg demokrasi. https://t.co/4ORLBsuA7H

Muhammad Said Didu (@msaid_didu) September 20, 2023

Sebelumnya, ketika memberikan sambutan dalam acara Apel Akbar Kokam Muhammadiyah di Stadion Manahan, Solo, Rabu (20/9), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani dengan siapa pun dan negara mana pun.

"Bangsa ini butuh pemimpin yang konsisten, yang berani mengambil keputusan, berani mengambil risiko, dan berani berhadapan dengan siapa pun dan negara mana pun," ujar Jokowi dikutip dari Kompas TV.

Lebih lanjut, Jokowi juga mengatakan Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa meneruskan visi yang telah dilakukan sebelumnya agar Indonesia tidak lagi mengulang dari awal.

"Jangan sampai ganti pemimpin, ganti visi, ganti orientasi, sehingga kita harus mulai semuanya dari awal lagi. Sudah SD, sudah SMP, sudah SMA, ganti pemimpin ganti visi, mulai lagi dari SD, SMP, SMA. Kapan kita S1, S2, S3 dan seterusnya?" tandasnya.

Topik Menarik