AdaKami Turut Prihatin Terkait Kasus Bunuh Diri Debiturnya
RAKYAT.NEWS, JAKARTA Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss menyampaikan rasa prihatin atas kasus bunuh diri debitur atau peminjam mereka setelah diteror penagih utang.
Kami menyatakan keprihatinan yang tulus dan mendalam serta komitmen kami dalam melakukan penyelidikan dan penanganan, katanya dikutip dari CNNIndonesia.com .
Jonathan menegaskan AdaKami sudah mengumpulkan data dan informasi relevan terkait kabar viral tersebut. Namun, ia mengatakan hasil verifikasi nomor oknum DC yang viral tidak terdaftar di sistem AdaKami.
Kendati demikian, ia menyebut perusahaan berkomitmen mencari data dan informasi tambahan yang akurat untuk membereskan kasus ini. Jonathan juga meminta masyarakat yang punya informasi bisa menghubungi AdaKami via nomor telepon 15000-77 atau hello@cs.adakami.id.
Kami menegaskan bahwa pengiriman pesanan fiktif melalui jasa ojek online bukanlah bagian dari prosedur perusahaan kami dan tidak memiliki keterkaitan apapun dengan layanan AdaKami, kata Jonathan.
Kami akan terus memberikan informasi yang akurat mengenai investigasi ini. Kami juga berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas jika ditemukan bentuk kekerasan atau pelanggaran seperti yang dilaporkan dalam media sosial dalam beberapa hari terakhir, lanjutnya.
Dugaan peminjam AdaKami bunuh diri viral di media sosial, baik Instagram maupun X. Seseorang yang mengaku sebagai pihak keluarga mengklaim terduga korban bunuh diri pada Mei 2023 lalu.
Bunuh diri terjadi usai ia diteror dan dicaci dari pihak AdaKami.
Bahkan, teror dan cacian tersebut berujung pemecatan terduga korban dari pekerjaannya. Peminjam itu disebutkan merupakan seorang laki-laki yang memiliki anak perempuan berusia 3 tahun.
Terduga korban diklaim meminjam uang kepada AdaKami sebesar Rp9,4 juta. Namun, ia harus mengembalikan sekitar Rp18 juta-Rp19 juta, imbas tingginya biaya administrasi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga langsung memanggil jajaran petinggi layanan pinjaman online (pinjol) AdaKami hari ini. Namun, OJK dan AdaKami belum memberikan penjelasan soal isi pertemuan tersebut.










