Mampu Tebak Waktu Terbaik Investasi, Yuk Ulik Strategi Market Timing pada Reksa Dana
Banyak orang pasti setuju jika dalam dunia investasi , aktivitas memprediksi harga bisa dibilang tak ada gunanya dilakukan. Pasalnya, tidak sedikit pakar yang menganggap jika pasar keuangan bergerak tak terduga dan efisien. Namun, di sisi lain, terdapat opini di mana pergerakan harga dapat diprediksi memakai strategi dan alat yang tepat.
Biasanya, pihak yang percaya jika pergerakan pasar finansial bisa diprediksi adalah pendukung dari strategi market timing. Pada dasarnya, market timing merupakan pendekatan strategis pada pasar, yang mana trader atau investor berupaya untuk bertransaksi instrumen keuangan dengan dasar fluktuasi harga yang sudah diantisipasi.
Tapi, bagaimana sebenarnya implementasi dari strategi market timing ini dalam dunia investasi, tak terkecuali pada produk reksa dana ? Nah, untuk memahami lebih lanjut, yuk ulik strategi market timing pada reksa dana, termasuk keunggulan dan kekurangannya berikut ini.
Tentang Market Timing
Tentang Market Timing
Sejatinya, market timing merupakan pendekatan strategis pada pasar, yang mana investor maupun trader berupaya untuk menjual atau membeli instrumen keuangan berdasar dari pergerakan nilai yang diantisipasi pada masa depan. Investor atau trader yang memakai metode market timing percaya jika pasar mempunyai sejumlah tingkat peluang terkait perubahan harga atau nilai yang diharapkan dan bisa diprediksi.
Metode market timing bisa dilakukan dengan beragam jenis dan bentuk, serta dapat diimplementasikan pada sejumlah instrumen keuangan. Namun, terlepas dari semua itu, konsep umum yang mendasari strategi ini pada dasarnya sama. Dalam artian lain, model ini bakal berusaha untuk memprediksi pergerakan harga pada waktu mendatang, dan pihak yang menerapkannya amat yakin jika pasar bisa memberi potensi trading dan memberi keuntungan.
Meski terdapat kelompok investor yang menggunakan metode ini untuk melakukan prediksi jangka panjang, mayoritas di antaranya memakai market timing untuk kegiatan trading atau investasi jangka pendek atau menengah. Alasannya karena jika dilakukan dalam jangka panjang, fenomena ekonomi fundamental dan makro berpotensi mendorong pasar, sedangkan dalam jangka pendek terdapat lebih banyak faktor inefisiensi nilai yang bisa digunakan.
Karena sifatnya tersebut, strategi ini juga bisa rumit untuk dijalankan dan memberi hasil sesuai ekspektasi secara konsisten. Jadi, jika kamu tertarik untuk menggunakan metode market timing, terutama pada produk reksa dana, selalu sadari tentang lingkungan pasar serta sesuaikan strategi agar selaras dengan situasi yang sedang terjadi.
Di samping itu, pahami jika strategi ini idealnya dilakukan pada instrumen yang memiliki likuiditas tinggi. Sebab, potensi kesuksesannya ditentukan dari proses eksekusi pembelian atau penjualan yang memiliki biaya slippage minimal.
Keunggulan Strategi Market Timing
Bagi kamu yang tidak memiliki waktu, keinginan, atau kemampuan untuk rutin memantau kondisi pasar modal setiap hari dan menganalisisnya, mungkin strategi ini kurang cocok untuk digunakan. Namun, bagi investor aktif, ada beberapa keunggulan strategi market timing yang membuatnya layak untuk diaplikasikan, antara lain:
Kekurangan Strategi Market Timing
Mengharuskan investor untuk terus aktif mengelola aset investasinya pada dasarnya menjadi salah satu kekurangan utama strategi investasi ini. Namun, selain itu ada beberapa kekurangan dan risiko lain dari strategi ini, antara lain:
Bagaimana Tips Menjalani Strategi Market Timing?
Sudah menjadi kepercayaan sejak lama jika market timing dan investasi adalah 2 hal yang saling berhubungan dan keduanya diketahui mampu memberi potensi keuntungan yang menjanjikan saat diaplikasikan bersamaan. Tapi, bagaimana sih tips menjalani strategi market timing?
Pada dasarnya, strategi ini mengharuskan investor untuk menggunakan serangkaian metode agar mampu memberi hasil yang optimal. Berikut adalah beberapa tips mengaplikasikan strategi market timing dengan optimal.
-
Mempelajari Siklus Jangka Panjang
Dengan melihat ke belakang dan mempelajari siklus jangka panjang pada bursa bisa membantumu mengaplikasikan market timing. Pasalnya, disadari atau tidak, potensi imbal hasil tinggi dan risiko kerugian bisa dipelajari melalui catatan sejarah dan siklus. Pengaruh siklus pasar jangka panjang mencakup fluktuasi tingkat bunga, siklus nominal ekonomi, dan tren mata uang.
-
Memantau Kalender Siklus Finansial Tahunan
Pasar keuangan juga bergerak melalui siklus tahunan yang membutuhkan penerapan strategi berbeda pada beberapa situasi. Sebagai contoh, small caps menunjukkan keunggulan relatif pada kuartal pertama yang cenderung melandai di kuartal keempat.
Banyak pihak berpikir jika di rentang waktu tersebut meningkatkan bunga di tahun baru berdasarkan spekulasi. Sedangkan saham teknologi cenderung memiliki kinerja yang bagus di awal tahun, dan mulai menurun di penghujung tahun. Beberapa contoh siklus tahunan di kalender bursa ini tentu penting untuk dicermati agar mampu mengaplikasikan market timing dengan tepat.
-
Membuat Kisaran Tren Baru
Pasar memiliki kecenderungan untuk bertahan di kisaran pergerakan trading tetap di hampir setiap waktu. Sementara pada 25 persen dari waktu pasar cenderung mengalami tren meningkat atau menurun. Melakukan evaluasi singkat terkait pola pergerakan harga bulanan bisa menunjukkan bagaimana prospek investasi berkaitan dengan axis kisaran trennya, dan dinamika harga tersebut mengikuti pepatah bursa lama, yaitu semakin besar keputusan, semakin luas pula dasarnya.
-
Lakukan Pembelian Dekat Support Level
Tips lainnya, usahakan untuk melakukan pembelian mendekati support level. Hindari terlena dan menggunakan emosi saat investasi hingga menjadikannya dasar untuk menginisiasi keputusan transaksi tanpa menghubungkan nilai sekarang dengan tingkat resistance dan support bulanan. Waktu terbaik untuk melakukan pembelian adalah saat ekuitas mencapai nilai tertinggi terbarunya, atau keluar dari nilai terendah dengan volume yang tinggi.
-
Membangun Kemampuan Bottom-Fishing
Jika trader diajarkan untuk tidak melakukan average down, investor memiliki keuntungan untuk tetap membangun posisi di harga rendah, tapi tanda nilainya akan meningkat di waktu mendatang. Strategi ini logis untuk diambil karena mampu membentuk nilai rerata investasi yang diinginkan serta harga kapitulasi. Namun, jika ternyata nilai saham masih terus melemah, lakukan exit plan dengan pertimbangan yang matang.
-
Mengidentifikasi Pasar Lain
Secara tidak langsung, terdapat hubungan antara ekuitas, obligasi, dan mata uang yang menjadikannya kesatuan pada lingkup bursa modern. Hubungan tersebut juga bisa membuat investor harus melakukan strategi rotasi investasi dengan basis bulanan, mingguan, atau harian di sektor yang terkait. Untuk itu, mengidentifikasi pasar lain juga menjadi langkah penting dalam penggunaan strategi investasi ini.
-
Tahan Sampai Tiba Waktu Menjual
Pada pendekatan yang lebih pasif, investor sebaiknya menahan investasinya tanpa memedulikan kondisi ekonomi, politik, dan sebagainya, serta percaya pada statistik yang menunjukkan peluang keuntungan jangka panjang. Tapi, barangkali kamu tetap harus memiliki exit strategy meski berencana menahan modal investasi selama mungkin tergantung dari kondisi pasar.
Perbedaan Market Timing dengan Buy & Hold
Setelah memahami penjelasan di atas, kamu mungkin menyadari jika strategi market timing bisa dibilang sebagai kebalikan dari buy & hold. Pada buy & hold, investor mungkin tetap perlu menggunakan strategi aktif dalam memilih sekuritas atau instrumen. Tapi, ketika sudah menanamkan modal, mereka akan menahannya dalam waktu yang sangat lama dan dianggap sebagai investasi pasif.
Sedangkan pada market timing, investor diharuskan untuk terus aktif memantau dan menganalisis portofolio investasinya agar bisa memprediksi dan mengambil waktu yang tepat untuk melakukan transaksi. Terkait cara kerjanya tersebut, tidak sedikit orang yang menganggap jika strategi ini tidak mungkin bisa dilakukan. Namun, bagi sebagian lainnya, strategi ini banyak digunakan dan diklaim telah berhasil menentukan waktu transaksi terbaik pada pasar.
Meski begitu, jika dibandingkan dengan investor ternama yang melakukan strategi jangka panjang, seperti Warren Buffett dan Peter Lynch, belum ada investor jangka pendek yang menorehkan namanya hingga banyak dikenal seperti mereka berdua.
Jadi, Apakah Strategi Market Timing Ini Cocok Untukmu?
Pada dasarnya, market timing adalah sebuah pendekatan strategis pada pasar, yang mana investor berupaya untuk bertransaksi instrumen finansial berdasarkan dari pergerakan atau fluktuasi harga di masa depan yang sudah diantisipasi.
Pengguna strategi ini percaya jika ada sejumlah tingkat prediktabilitas terkait perubahan harga sesuai harapan yang bisa diketahui oleh investor. Nah, setelah memahami penjelasan di atas, apakah strategi market timing ini sesuai dan cocok untuk diaplikasikan pada aktivitas investasi?









