Loading...
Loading…
Nantikan Pengumuman Kabinet, Rupiah Menguat ke Rp14.127 per Dolar AS

Nantikan Pengumuman Kabinet, Rupiah Menguat ke Rp14.127 per Dolar AS

Bisnis | inewsid | Senin, 21 Oktober 2019 - 03:59

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Senin (21/10/2019), pagi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terpantau berada di level psikologis Rp14.100 per dolar AS.

Data Bloomberg pukul 09.45 WIB menunjukkan, rupiah menguat 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.127 per dolar AS dari posisi terakhir pekan lalu Rp14.147 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.125-14.135 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.127 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 14 poin atau 0,09 persen menjadi Rp14.125 per dolar AS dari posisi pekan lalu Rp14.139 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah menguat di Rp14.139 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.120-14.139 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 8 poin menjadi Rp14.132 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.140 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, nilai tukar rupiah pada awal pekan bergerak menguat pasca pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 Minggu (20/10/2019). Dia mengatakan, usai pelantikan Presiden, rupiah diprediksi menguat seiring dengan positifnya mata uang Asia. "Pagi ini mata uang kuat Asia yen, dolar Hong Kong dan dolar Singapura dibuka menguat terhadap US dolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini," ujar Lana.

Baca Juga :
Menanti Pengumuman Kabinet, Rupiah Perkasa ke Rp14.127

Dari eksternal, ekonomi China tumbuh 6 persen pada Kuartal III-2019, melambat dari 6,2 persen pada Kuartal II-2019, dan 6,4 persen pada Kuartal I- 2019. Kinerja tersebut dibawah ekspektasi konsensus 6,1 persen, dan terendah sejak Kuartal I-1992.

Perlambatan tersebut terjadi karena beberapa faktor diantaranya efek perang dagang AS-China selama 15 bulan terakhir, melemahnya permintaan global, dan kekhawatiran terhadap pinjaman yang off-balance- sheet oleh pemerintah lokal.

"Diperkirakan ekonomi China masih akan melambat jika perang dagang dengan AS berlanjut. Kendati demikian perlambatan ekonomi China ini dianggap sedang menuju new normal," kata Lana.

Original Source

Topik Menarik

{