Loading...
Loading…
Baru 568 Ribu Orang yang Ikut Sensus Penduduk Online

Baru 568 Ribu Orang yang Ikut Sensus Penduduk Online

Bisnis | okezone | Senin, 17 Februari 2020 - 15:23

JAKARTA - Badan Pusat Statistik melaporkan data terkini dari online yang dilakukan sejak 15 Februari. Hingga saat ini, baru sekitar 568.758 penduduk yang mengakses situs sensus penduduk secara online per 17 Februari 2020

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah tersebut terbilang sedikit dibandingkan jumlah penduduk Indonesia saat ini. Sebab, seharusnya ada sekitar 264 juta jiwa penduduk Indonesia yang sudah mendaftarkan diri secara online.

Hanya saja dirinya memaklumi mengingat sensus ini baru berlangsung selama 2 hari. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui masalah sensus penduduk online ini meskipun sudah dilakukan sosialisasi sejak beberapa hari lalu.

"Baru dua hari. Tentunya saya harap ke depan masyarakat akan akses. Sebetulnya gampang saja, hanya akses laman sensus.bps.go.id," ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Berdasarkan datanya, dari jumlah penduduk yang mengakses website tersebut, jumlah keluarga yang telah mengakses website itu sebanyak 174.064 keluarga. Kemudian, 288.433 penduduk sudah tuntas memasukkan datanya dan untuk keluarga sebanyak 119.318.

Baca Juga :
41,77 Juta Orang Ikuti Sensus Penduduk Online

"Saya yakinkan bahwa yang kita publish data agregat, karena BPS tidak boleh mengeluarkan data individu dan seluruh data individu dijamin kerhasaiannya oleh undang-undnag. Kalau BPS melanggar, BPS bisa dipidana," jelasnya.

BPS menargetkan, masyarakat yang turut serta dalam sensus penduduk 2020 sebanyak 22,9% pada 31 Maret. Pasalnya, sejumlah daerah di Indonesia kini sudah terjangkau oleh akses internet dengan baik.

Sementara sisanya akan dilakukan sensus lanjutan pada Juli 2020 mendatang. Namun sensus saja dilakukan dengan cara petugas mendatangi masing-masing rumah untuk didata secara online.

Adapun sensus penduduk secara online digelar BPS mulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Masyarakat cukup memasukkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Original Source

Topik Menarik