Kantor Misi Diplomatik AS di 4 Negara Rusak Parah Dihantam Rudal Iran, Ini Daftarnya

Kantor Misi Diplomatik AS di 4 Negara Rusak Parah Dihantam Rudal Iran, Ini Daftarnya

Berita Utama | inews | Selasa, 22 September 2026 - 15:07
share

WASHINGTON, iNews.id - Serangan Iran selama perang melawan Amerika Serikat (AS) ternyata tidak hanya menyasar pangkalan militer. Sejumlah fasilitas diplomatik AS di Timur Tengah turut terkena serangan rudal dan drone, dengan total kerusakan fisik diperkirakan mencapai 184 juta dolar AS atau sekitar Rp3,3 triliun.

Laporan Lead Inspector General AS menyebut, fasilitas diplomatik AS di empat negara, yakni Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), mengalami kerusakan fisik akibat serangan Iran.

Irak menjadi negara dengan dampak paling parah. Dalam periode pelaporan 1 April hingga 30 Juni, fasilitas diplomatik AS di negara tersebut menghadapi lebih dari 600 serangan.

Berikut daftar negara dan nilai kerusakan fasilitas diplomatik AS akibat serangan Iran:

1. Irak (157 juta dolar AS)

Fasilitas diplomatik AS di Irak mengalami kerusakan terbesar. Nilainya mencapai lebih dari 157 juta dolar AS atau sekitar Rp2,8 triliun.

Sejumlah fasilitas yang terdampak antara lain Konsulat Jenderal AS di Erbil, Kedutaan Besar AS di Baghdad, serta kantor bantuan diplomatik yang berada di dekat Bandara Internasional Baghdad.

Fasilitas-fasilitas tersebut menyumbang sebagian besar dari total kerusakan yang dialami jaringan diplomatik AS di Timur Tengah.

2. Kuwait (Hampir 15 juta dolar)

Fasilitas diplomatik AS di Kuwait juga mengalami kerusakan akibat serangan Iran. Nilai kerugiannya diperkirakan hampir mencapai 15 juta dolar AS atau sekitar Rp265 miliar.

3. Arab Saudi (11,5 juta dolar)

Di Arab Saudi, kerusakan fasilitas diplomatik AS diperkirakan mencapai 11,5 juta dolar AS atau sekitar Rp203 miliar.

4. Uni Emirat Arab (125.000 dolar)

UEA mengalami kerusakan paling kecil dibandingkan tiga negara lainnya. Nilai kerusakan fasilitas diplomatik AS diperkirakan mencapai 125.000 dolar AS atau sekitar Rp2 miliar.

Sementara itu, fasilitas diplomatik AS di Bahrain, Israel, Yordania, Lebanon, dan Oman dilaporkan tidak mengalami kerusakan fisik akibat serangan Iran.

Departemen Luar Negeri AS juga memperkirakan adanya kerugian tidak langsung akibat perang. Penundaan pembangunan fasilitas di sejumlah negara Timur Tengah diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar 24,5 juta dolar AS per bulan.

Perang Iran-AS pecah setelah militer AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke berbagai fasilitas dan pangkalan AS di Timur Tengah serta Israel.

Meski Washington dan Teheran meneken nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata pada pertengahan Juni, konflik antara kedua negara belum sepenuhnya berakhir.

Topik Menarik