Erupsi Berakhir, Gunung Anak Krakatau Tetap Berstatus Siaga
Erupsi Gunung Anak Krakatau telah berakhir sejak Minggu, 6 September 2026. Meski demikian, status aktivitas gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga hingga Senin (7/9/2026).
"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 7 September 2026, maka tingkat aktivitas G. Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga)," tulis Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (7/9/2026).
Seiring status tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau serta pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Baca juga: Letusan Krakatau 1883 Picu Tsunami Setinggi 40 Meter, Dunia Gelap selama 2,5 Hari
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, hingga hujan abu lebat.Bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi merekomendasikan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.
Lihat video: Badan Geologi Ungkap Potensi Bahaya di Balik Erupsi Berulang Anak Krakatau!
Sementara itu, masyarakat di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung diminta tetap tenang serta tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut dapat menyebabkan tsunami.
Badan Geologi menyatakan masyarakat dapat tetap melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait juga dapat memantau perkembangan aktivitas serta rekomendasi Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi dan situs Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Magma Indonesia, media sosial Badan Geologi, maupun laman resmi Badan Geologi.
Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Hari Ini Jelang FIFA ASEAN Cup 2026: Skuad Garuda Merosot!
Badan Geologi akan terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Status Level III atau Siaga beserta rekomendasi yang berlaku akan tetap dipertahankan hingga diterbitkannya laporan evaluasi berikutnya atau apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.
(Jonathan Simanjuntak).
