Kemarau Picu Kekeringan di Cilacap, Warga Tempuh 1 Km ke Bukit demi Dapat Air

Kemarau Picu Kekeringan di Cilacap, Warga Tempuh 1 Km ke Bukit demi Dapat Air

Berita Utama | inews | Kamis, 23 Juli 2026 - 08:52
share

CILACAP, iNews.id – Musim kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Warga terpaksa berjalan kaki sejauh satu kilometer dan mengantre selama berjam-jam di mata air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut dialami warga Dusun Sindangraja, Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu. Setiap pagi dan sore, warga harus menempuh perjalanan melewati perbukitan menuju mata air yang berada di tepi Sungai Cikranji.

Kekeringan yang telah berlangsung sekitar tiga bulan membuat sumur-sumur warga mengering. Akibatnya, mata air tersebut menjadi satu-satunya sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Namun, debit air dari mata air itu sangat kecil. Warga harus bergantian menunggu air mengisi kubangan sebelum dapat diambil menggunakan gayung ke dalam ember maupun galon bekas air minum.

Air yang diperoleh digunakan untuk kebutuhan memasak dan air minum. Meski kapasitasnya terbatas, mata air tersebut menjadi tumpuan bagi hampir seribu jiwa selama musim kemarau berlangsung.

"Sumurnya sudah kering. Ambil air di sini untuk minum dan masak. Setiap tahun kalau musim kemarau ambil air bersihnya di sini," kata Darsiti salah satu warga saat mengambil air di kawasan perbukitan.

Warga berharap pemerintah segera mengirim bantuan air bersih untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.

Sekretaris Desa (Sekdes) Karanggintung, Aris Yulianto mengatakan, bahwa krisis air bersih masih melanda wilayahnya dan masyarakat sangat membutuhkan pasokan air bersih dari pemerintah.

"Sebenanya di Desa Karanggintung ada Pamsimas (program nasional Kementerian PUPR untuk menyediakan akses air minum dan sanitasi aman, khususnya di perdesaan) tapi debit airnya tidak mencukupi untuk beberapa dusun," ujar Aris.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, sebanyak 15 desa yang tersebar di 9 kecamatan saat ini mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. 

Pemerintah daerah terus memantau kondisi di wilayah terdampak untuk menyiapkan langkah penanganan, termasuk penyaluran bantuan air bersih kepada warga.

Topik Menarik