Pemkot Bogor Hapus Ratusan Angkot Tua, Perindo Dorong Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan

Pemkot Bogor Hapus Ratusan Angkot Tua, Perindo Dorong Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan

Berita Utama | inews | Selasa, 7 Juli 2026 - 15:50
share

BOGOR, iNews.id - Upaya memperbaiki kualitas transportasi publik di Kota Bogor mulai memasuki tahap penataan armada angkutan kota. Penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 11 Tahun 2026 yang mengurangi operasional angkot berusia di atas 20 tahun dinilai menjadi pijakan untuk mewujudkan sistem transportasi yang lebih modern, terintegrasi dan berpihak kepada masyarakat.

Pemerintah Kota Bogor mencatat sebanyak 107 unit angkot tua telah menyerahkan berkas trayek dan kartu KIR secara sukarela, sehingga jumlah angkot berusia di atas 20 tahun berkurang dari 1.780 unit menjadi 1.673 unit. Capaian tersebut merupakan bagian dari target Pemkot mengurangi 500 unit angkot tua dari operasional hingga Agustus 2026 melalui pendekatan persuasif.

Ketua DPD Partai Perindo Kota Bogor Irfan Niti Sasmita menilai langkah penataan tersebut patut didukung karena menjadi fondasi untuk membangun layanan transportasi publik yang lebih baik. Namun, dia menegaskan keberhasilan kebijakan tidak semata-mata diukur dari berkurangnya armada lama, melainkan dari peningkatan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.

"Kami mendukung langkah penataan angkot yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor. Namun, keberhasilannya jangan hanya dilihat dari berapa banyak armada tua yang berkurang, melainkan bagaimana masyarakat akhirnya memperoleh transportasi publik yang lebih modern, terintegrasi, aman, nyaman dan memiliki kepastian layanan," kata Irfan dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Menurut dia, modernisasi transportasi perlu diarahkan pada penguatan konektivitas antarmoda sehingga masyarakat memiliki akses perjalanan yang lebih efisien. Integrasi layanan juga dinilai dapat mendorong semakin banyak warga beralih menggunakan angkutan umum, sehingga mampu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan.

Irfan menekankan peremajaan armada perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan, mulai dari aspek keselamatan, kenyamanan, ketepatan waktu, hingga kepastian operasional. Langkah tersebut dinilai penting agar kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik terus meningkat.

"Masyarakat akan memilih menggunakan transportasi publik apabila layanannya benar-benar semakin baik. Karena itu, peremajaan armada harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan, integrasi jaringan antarmoda, dan kepastian operasional sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga," ujar pria yang akrab dipanggil Kang Ipang ini.

Selain meningkatkan kualitas layanan, Irfan menilai program peremajaan angkot juga dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Bogor yang lebih ramah lingkungan. Armada yang lebih baru dinilai memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan yang telah beroperasi selama puluhan tahun.

"Peremajaan angkot juga harus menjadi bagian dari komitmen menjadikan Kota Bogor lebih hijau. Dengan armada yang lebih modern, kita berharap emisi kendaraan dapat ditekan, kualitas udara semakin baik, dan masyarakat memperoleh lingkungan perkotaan yang lebih sehat," kata dia.

Irfan berharap penataan transportasi dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Keberhasilan kebijakan tersebut, menurutnya, harus tercermin dari meningkatnya penggunaan transportasi publik oleh masyarakat.

Topik Menarik