Viral Wanita Marah-Marah di Gym Bali, Ini Etika Weightlifting yang Perlu Dipahami!

Viral Wanita Marah-Marah di Gym Bali, Ini Etika Weightlifting yang Perlu Dipahami!

Berita Utama | inews | Senin, 6 Juli 2026 - 10:48
share

JAKARTA, iNews.id - Viral di media sosial video memperlihatkan seorang wanita bernama Nyimas Laula memarahi seorang pria asing yang melintas saat dirinya sedang melakukan latihan angkat besi di gym di Bali. Video tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet, tidak hanya mengenai respons wanita tersebut, tetapi juga soal etika saat berada di area latihan beban.

Video yang diunggah melalui akun Threads @nyimaslaula memperlihatkan Nyimas tengah melakukan latihan angkat besi dengan kamera yang merekam aktivitasnya. Dalam rekaman tersebut, seorang pria asing terlihat melintas di area latihan ketika Nyimas sedang bersiap melakukan angkatan.

Merespons kejadian itu, Nyimas tampak membanting alat latihan yang digunakannya sebelum menegur pria tersebut. Ia juga terdengar mengucapkan kata-kata kasar sehingga situasi menjadi tegang.

Dalam unggahannya, Nyimas menuliskan, "Gimana rasanya lagi mau attempt 115 ada orang lewat. Jadi complexes kan tuh."

Potongan video tersebut kemudian ramai dibagikan ulang di berbagai platform media sosial dan menuai beragam komentar. Sebagian besar warganet menilai respons Nyimas terlalu berlebihan dan menyoroti penggunaan kata-kata kasar yang dianggap tidak pantas.

Di sisi lain, ada pula yang mengingatkan bahwa melintas di area orang yang sedang melakukan latihan angkat beban memang bukan tindakan yang dianjurkan. Namun, beberapa netizen menilai si pria berada jauh dari platform tempat Nyimas berolahraga.

Hingga kini, video tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial.

Terlepas dari polemik yang berkembang, dunia kebugaran mengenal sejumlah etika yang bertujuan menjaga keselamatan seluruh pengguna gym, terutama saat melakukan latihan beban berat atau Olympic weightlifting. Seperti apa etikanya?

Etika Weightlifting di Gym Umum

Dalam latihan seperti snatch maupun clean and jerk, atlet membutuhkan konsentrasi tinggi karena barbell bergerak dengan cepat dan dapat dijatuhkan ke lantai apabila angkatan gagal. Oleh karena itu, pengguna gym umumnya dianjurkan untuk tidak melintas di depan atau terlalu dekat dengan area latihan ketika seseorang sedang melakukan angkatan.

Etika tersebut juga berlaku pada latihan beban berat lainnya, seperti deadlift, squat, maupun bench press. Praktik yang umum dilakukan adalah menunggu beberapa detik hingga lifter menyelesaikan repetisi atau satu set latihan sebelum melintas di area tersebut.

Di banyak gym yang memiliki platform khusus untuk Olympic weightlifting, area tersebut diperlakukan sebagai ruang kerja atlet. Sesama pengguna gym biasanya menghormati ruang tersebut dengan menjaga jarak, tidak mengganggu konsentrasi, serta menghindari melintas saat proses angkatan berlangsung.

Meski demikian, etika keselamatan di gym juga perlu diimbangi dengan sikap saling menghormati dalam berkomunikasi. Apabila terjadi kesalahpahaman atau pelanggaran etika, penyelesaiannya diharapkan dilakukan dengan cara yang sopan dan tidak menggunakan kata-kata yang bersifat menghina atau kasar.

Selain tidak melintas saat seseorang sedang mengangkat beban, etika lain yang umum diterapkan di gym adalah mengembalikan peralatan ke tempat semula, membersihkan alat setelah digunakan, tidak menguasai alat terlalu lama, serta menghormati ruang dan waktu pengguna gym lainnya.

Pada akhirnya, etika di gym bertujuan menciptakan lingkungan latihan yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Memahami batas area latihan dan menjaga komunikasi yang baik sama-sama menjadi bagian penting dalam membangun budaya olahraga yang positif.

Topik Menarik