PBNU Dorong Santri Kuasai Teknologi Digital hingga AI
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong pondok pesantren memiliki modal sosial dan intelektual yang besar untuk berkontribusi dalam perkembangan teknologi digital. Oleh karena itu, santri harus bisa menguasai teknologi digital termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Transformasi digital harus dimanfaatkan untuk memperluas akses pengetahuan sekaligus memperkuat peran santri dalam menjawab berbagai tantangan zaman,” ujar Sekretaris Pengurus Lakpesdam PBNU, Ufi Ulfiah, saat diskusi bertajuk “Santri Berkarya, Berjejaring, dan Berdaya dalam Ekosistem Digital Indonesia” di Gedung PBNU, Jakarta, dikutip, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini kata dia, merupakan bagian dari rangkaian Goes to Nahdliyin Innovation Summit (NIAS) yang bertujuan mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi di kalangan Nahdliyin dalam menghadapi era transformasi digital.
Niki dan Celyna Bawakan Lagu Kemenangan Sumpah Mati, Grand Final Indonesian Idol XIV Makin Sengit
“Pesantren memiliki khazanah keilmuan yang sangat kaya. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana kekayaan tersebut dapat hadir dan memberi manfaat lebih luas melalui ruang digital tanpa kehilangan nilai, tradisi, dan sanad keilmuan yang menjadi ciri khas pesantren,” pungkasnya.
Sementara itu, Praktisi Digital Hasanudin Ali, menyoroti besarnya peluang yang dimiliki generasi muda, termasuk santri, dalam ekonomi digital Indonesia.
“Santri tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga harus menjadi kreator dan inovator yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Penanggung jawab kegiatan, Muawanah menambahkan, diskusi ini membahas berbagai isu mulai dari literasi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pengembangan ekosistem inovasi pesantren, hingga pentingnya kolaborasi antar-komunitas dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.
“BPIS-Lakpesdam PBNU berharap semakin banyak santri dan generasi muda Nahdliyin yang terlibat aktif dalam pengembangan teknologi, kewirausahaan digital, serta berbagai inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Selain diskusi, kegiatan ini juga dirangkai dengan soft launching platform KangSantri AI sebagai salah satu inovasi digital berbasis pesantren yang diperkenalkan kepada publik. KangSantri AI Diluncurkan, Integrasikan 7.000 Kitab Kuning dalam Ekosistem Digital Pesantren.





