Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
India secara tegas menepis kabar bahwa kebijakan energi mereka bisa disetir oleh kekuatan asing, di tengah upaya Blok Barat mengisolasi Rusia. New Delhi menegaskan bahwa keputusan membeli minyak sepenuhnya didasarkan pada kepentingan nasional dan kalkulasi harga demi rakyatnya.
Pernyataan berani ini dilontarkan langsung oleh Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri dalam sebuah wawancara seperti dilansir RT. "India tidak pernah dilarang membeli minyak Rusia," cetus Puri dengan nada menohok, menegaskan posisi independen negaranya di panggung politik global.
Baca Juga: Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Ditekankan juga bahwa kesepakatan internasional yang telah dibuat India pada tingkat tertinggi, telah memungkinkan negara ini untuk mendiversifikasi sumber energinya dan mengurangi risiko yang dipicu oleh gangguan global, terutama konflik di Timur Tengah.
Bermain Dua Kaki di Tengah Amukan Sanksi Donald TrumpPengakuan ini sangat menarik karena di balik layar, AS dan Uni Eropa sebenarnya telah berulang kali melancarkan tekanan hebat agar India menyetop pasokan minyak dari Moskow. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent bahkan secara terbuka menuduh India dan China ikut mendanai mesin perang Rusia.
Saling sikut di sektor energi ini bahkan sempat memicu perang dagang. Pada Agustus 2025 lalu, pemerintahan AS nekat menjatuhkan tarif impor sebesar 50 terhadap produk India-di mana setengahnya merupakan tarif hukuman karena New Delhi bandel membeli minyak Rusia.
Namun, karena posisi India terlalu kuat sebagai hub ekonomi Asia, Washington akhirnya terpaksa melunak. Awal tahun 2026 ini, AS resmi menurunkan tarif tersebut menjadi 18 setelah kedua negara menyepakati perjanjian dagang baru.
Keberanian India ini didasarkan pada insting bertahan hidup sebuah negara besar. India adalah raksasa dengan populasi raksasa yang sebagian besar kebutuhan energinya bergantung penuh pada impor luar negeri. Ketika Selat Hormuz membara akibat konflik Iran dan pasokan Timur Tengah terancam macet, menuruti kemauan politik AS untuk memboikot Rusia sama saja dengan bunuh diri ekonomi.
Suasana Perkantoran di Jalan Hayam Wuruk Jakbar Dijaga Ketat Puluhan Brimob, Diduga terkait Judol
Baca Juga: Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Guna mengamankan pasokan domestik agar harga BBM di pom bensin mereka tidak meledak, India melakukan beberapa strategi. Pertama yakni diversifikasi ekstrem, dimana India kini tidak lagi bergantung pada satu wilayah. "Kami mengimpor energi dari 41 negara berbeda," ungkap Hardeep Puri.
Memanfaatkan sanksi AS yang goyah, ketika Amerika terdeteksi "plin-plan". Demi menahan agar harga minyak dunia tidak terbang ke angka psikologis yang menjatuhkan ekonomi mereka sendiri, Washington tercatat sudah tiga kali merilis pelonggaran sanksi (waiver) untuk pembelian minyak Rusia.
CEO raksasa minyak Rusia Rossoft, Igor Sechin dalam forum SPIEF 2026 baru-baru ini menyatakan bahwa India kini memegang takhta sebagai penggerak utama permintaan energi planet bumi. Dalam sepuluh tahun ke depan, India diprediksi akan menyumbang setengah dari total kenaikan permintaan minyak global.










