PBB Peringatkan El Nino Semakin Dekat, Memuncak pada Akhir 2026

PBB Peringatkan El Nino Semakin Dekat, Memuncak pada Akhir 2026

Berita Utama | idxchannel | Minggu, 7 Juni 2026 - 08:14
share

IDXChannel - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa pola cuaca El Nino alami dapat dimulai dalam beberapa minggu ke depan.

Dilansir dari BBC pada Minggu (7/6/2026), Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan, El Nino ini akan semakin menguat selama sisa 2026 dan biasanya memuncak pada akhir tahun.

Beberapa prakiraan dari badan cuaca nasional menunjukkan bahwa El Nino kali ini bisa menjadi salah satu yang terkuat yang pernah tercatat, dikenal juga dengan nama El Nino super.

“Kondisi El Nino akan menambah bahan bakar pada api pemanasan dunia,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres baru-baru ini.

“Dampaknya akan terasa lebih keras, menyebar lebih jauh, dan melintasi perbatasan dengan kecepatan yang menghancurkan," ujarnya.

Memprediksi waktu dan kekuatan El Nino secara tepat relatif sulit. Para ilmuwan mengamati kondisi di wilayah Pasifik tengah untuk mencari petunjuk. 

El Nino terbentuk ketika perubahan pola angin memungkinkan air yang lebih hangat menyebar di Samudra Pasifik tropis. Banyak ilmuwan percaya bahwa El Niño kali ini bisa sangat dahsyat.

 “Kami sangat yakin akan ada peristiwa besar yang akan datang,” kata Kepala Prediksi Kantor Meteorologi Inggris Profesor Adam Scaife.

“Bahkan mungkin akan menjadi peristiwa yang memecahkan rekor," ujarnya.

Suhu permukaan laut di wilayah Pasifik secara alami berfluktuasi di atas dan di bawah rata-rata. Ketika suhu menghangat atau mendingin lebih dari setengah derajat dari garis dasar selama periode yang panjang, kondisi untuk El Nino atau La Nina hadir.

Pemanasan di atas dua derajat menunjukkan El Nino yang sangat kuat atau yang kerap disebut El Nino super.

El Nino yang kuat biasanya memicu cuaca panas dan kering di sebagian Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Australia, meningkatkan kemungkinan kekeringan dan kebakaran hutan.

El Nino juga dapat melemahkan monsun India dan membawa kondisi yang lebih kering ke bagian utara Tanduk Afrika. Di sisi lain, curah hujan yang lebih deras dapat meningkatkan risiko banjir di Amerika Serikat bagian selatan. 

El Nino di masa lalu kerap memicu lonjakan harga pangan dan kerugian pendapatan global senilai ratusan miliar atau bahkan triliunan dolar, karena kegagalan panen dan gangguan perdagangan berdampak pada rantai pasokan dan perekonomian. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik