Kabar Baik! Trump Sebut AS-Iran Segera Berdamai, Selat Hormuz Akan Dibuka

Kabar Baik! Trump Sebut AS-Iran Segera Berdamai, Selat Hormuz Akan Dibuka

Berita Utama | inews | Minggu, 24 Mei 2026 - 09:16
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim telah mencapai sebagian besar kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik. Trump juga menegaskan Selat Hormuz segera dibuka.

“Sebagian besar (poin) kesepakatan berhasil dinegosiasikan, masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan beberapa negara lain,” tulis Trump, di akun Truth Social, dikutip Minggu (24/5/2026).

Seorang sumber pejabat AS mengatakan, nota kesepahaman (MoU) versi terbaru yang tampaknya hampir diselesaikan oleh Trump akan mengakhiri konflik dengan Iran sambil secara bertahap membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Di antara kesepakatan tersebut mencairkan beberapa aset Iran di bank-bank negara lain yang dibekukan.

Trump mengatakan detail akhir sedang diselesaikan. Selain itu masih mungkin ada beberapa poin dari MoU yang berubah.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengucapkan selamat kepada Trump atas upaya luar biasa untuk mengupayakan perdamaian yang langgeng.

Namun Sharif tidak menyebutkan isi perjanjian maupun kesepakatan soal Selat Hormuz.

Dia mengatakan ada percakapan telepon yang sangat bermanfaat dan produktif dilakukan Trump dengan para pemimpin negara Teluk serta Turki, Mesir, Yordania, dan Pakistan, yang diwakili panglima angkatan bersenjata negara, Asim Munir.

"Diskusi tersebut memberikan kesempatan yang bermanfaat untuk bertukar pandangan tentang situasi regional saat ini dan bagaimana memajukan upaya perdamaian yang sedang berlangsung," kata Sharif.

Trump mengatakan, pembicaraannya dengan para pemimpin di kawasan membahas negosiasi seputar Iran dan MoU terkait dengan perdamaian.

Sementara itu para pemimpin di kawasan mendesak Trump untuk menerima kerangka kerja yang diusulkan Iran.

Kantor berita pemerintah Iran Fars buru-buru membantah klaim Trump soal Selat Hormuz. Disebutkan, Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kendali Iran berdasarkan 14 poin proposal damai yang diajukan Iran sebelumnya.
Fars News mengatakan bahwa klaim Trump tentang pembukaan kembali selat tersebut "tidak benar" dan "tidak sesuai dengan kenyataan."

"Meskipun Iran telah setuju untuk mengizinkan sejumlah kapal melintas kembali ke tingkat yang baru..., ini sama sekali tidak berarti pelayaran bebas seperti ada sebelum perang," demikian laporan Fars.

Topik Menarik