Ditarik dari Medan Perang Iran, Kapal Induk AS USS Gerald R Ford Ternyata Banyak Masalah
KRETA, iNews.id - Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Gerald R Ford terpaksa ditarik dari medan perang melawan Iran lebih cepat karena mengalami kerusakan. Bukan karena serangan Iran, kapal tersebut terbakar di tengah misi perang, menyebabkan ratusan personel luka serta terpaksa tidur di lantai dan meja.
USS Gerald R Ford tiba di pelabuhan Kreta, Yunani, Senin (23/3/2026), untuk menjalani perbaikan. Belum jelas sampai kapan perbaikan berlangsung.
Namun, masalah yang dialami kapal induk paling mahal AS tersebut jauh lebih parah daripada sekadar kebakaran pada area binatu.
Kekhawatiran mengenai kapal tersebut berkisar dari isu ringan sampai serius, demikian hasil penilaian terbaru yang dikeluarkan Departemen Pertahanan AS (Pentagon). Masalah demi masalah timbul sejak pengujian tempur pada Oktober 2022.
Di antara kekhawatiran Pentagon adalah ketiadaan data memadai saat ini untuk menilai kelayakan operasional USS Gerald Ford.
Selain itu, hal lain yang menjadi pertanyaan mengenai keandalan beberapa sistem utama, termasuk sistem peluncuran dan pendaratan jet tempur, radar, kemampuan untuk tetap beroperasi jika terkena tembakan musuh, serta lift untuk memindahkan senjata dan amunisi ke pesawat tempur, dari palka ke dek penerbangan.
"Data yang tersedia saat ini tidak cukup untuk menentukan efektivitas operasional kelas Ford (karena uji tempur realistis yang belum lengkap," bunyi pernyataan kantor uji Pentagon yang dirilis 9 tahun setelah kapal tersebut diserahkan, seperti dilaporkan Bloomberg, dikutip Rabu (25/3/2026).
Oleh karena itu, tidak jelas seberapa layak USS Gerald R Ford serta kapal induk lain sekelasnya, mampu mendeteksi, melacak, atau mencegat pesawat musuh, rudal anti-kapal, atau pesawat serang kecil.
Selain itu, belum jelas pula bagaimana sistem pada kapal tersebut berkerja di bawah tekanan perang akibat lepas landas dan pendaratan terus-menerus.
USS Gerald R Ford akhirnya meninggalkan medan pertempuran akibat kebakaran di area laundry. Akibatnya, lebih dari 200 pelaut mengalami luka karena menghirup asap.
Kapal ini menghabiskan waktu berbulan-bulan di laut, melebihi penugasan standar setelah berpartisipasi dalam operasi AS melawan Venezuela sebelum dikirim ke Timur Tengah.
Pelayaran normal seharusnya berlangsung sekitar 7 bulan, namun USS Gerald R Ford telah berada di laut selama sekitar 9 bulan, terhirung sejak Juni 2025.










