Muhammadiyah Resmikan Tahap 3 SPPG di Medan
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meresmikan Tahap 3 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, pada Senin 16 Februari 2026. Peresmian ini menandai penguatan langkah Muhammadiyah dalam memperluas layanan pemenuhan gizi yang dibangun berbasis standar, tata kelola, dan kolaborasi lintas unsur.
Koordinator Nasional Program Makan Bergizi Muhammadiyah (Kornas MBM) M Nurul Yamin menekankan bahwa Tahap 3 ini merupakan kelanjutan dari gerak konsolidasi yang terus meningkat. Ia menjelaskan bahwa peluncuran nasional ketiga ini menjadi momentum untuk memperbesar daya guna dan daya jangkau Muhammadiyah dalam layanan pemenuhan gizi.
Baca juga: BGN Pastikan MBG Tetap Berjalan selama Imlek, Ramadan, hingga Lebaran
“Pola pertumbuhan yang terjadi memperlihatkan penguatan struktur program yang dijalankan bertahap dan berbasis kesiapan lapangan, bukan sekadar mengejar angka” ujar Yamin.
Ia memaparkan capaian terkini yang menunjukkan besarnya skala layanan yang sudah dibangun. Total SPPG yang dikelola Kornas MBM PP Muhammadiyah saat ini berjumlah 221 unit. Rinciannya terdiri dari 126 SPPG operasional, 80 dalam proses verifikasi dan validasi, serta 15 dalam tahap persiapan.
Menurut Yamin, jumlah penerima manfaat program mencapai 276.680 jiwa. Program ini juga menyerap 5.591 tenaga kerja, serta didukung 238 ahli gizi dan akuntan untuk memastikan aspek teknis layanan dan tata kelola berjalan tertib.
Baca juga: Daftar Penerima Tanda Kehormatan Penggerak MBG dari Presiden Prabowo
Yamin menambahkan bahwa capaian tersebut juga terlihat pada sebaran dan kapasitas dukung ekosistem. SPPG yang dikelola Kornas MBM telah hadir di 18 provinsi, mencakup 99 kabupaten atau kota dan 183 kecamatan. Luasan lahan yang dimanfaatkan untuk mendukung ekosistem SPPG mencapai 1.095.133 meter persegi.
Data ini, lanjut dia, menegaskan bahwa program tidak hanya berorientasi pada distribusi, tetapi juga membangun sistem yang melibatkan tenaga profesional agar kualitas, akurasi pencatatan, dan pertanggungjawaban pengelolaan dapat dipertahankan.Di hadapan para undangan, Yamin menegaskan bahwa ekspansi layanan harus berjalan seiring dengan mutu dan integritas penyelenggaraan. Ia menyebut tiga pilar yang menjadi pegangan program.
Pilar pertama adalah memastikan keamanan makanan yang halal dan tayyib. Pilar kedua adalah bekerja secara profesional dan amanah sesuai standar dan prosedur.
"Pilar ketiga adalah membangun ekosistem berkelanjutan agar program mampu berjalan mandiri dan tidak bergantung pada satu sumber daya saja. Dengan kerangka itu, Tahap 3 diposisikan sebagai penguatan sistem, sehingga program bisa bertahan, tumbuh sehat, dan dipercaya publik,” tandasnya.
Yamin menegaskan bahwa Muhammadiyah ingin memastikan perluasan layanan tidak meninggalkan disiplin standar dan tata kelola. Dengan jumlah penerima manfaat yang kian besar, dukungan SDM yang terus tumbuh, serta penguatan ekosistem, SPPG diharapkan menjadi simpul layanan yang bukan hanya menjawab kebutuhan harian, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan program pemenuhan gizi di berbagai daerah.
Acara peresmian ditandai prosesi pemukulan tagading sebagai simbol dimulainya penguatan layanan pada Tahap 3, lalu dilanjutkan rangkaian kegiatan lain sesuai agenda.
Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dalam acara ini menyerahkan buku terbarunya yang berjudul “Makan Bergizi Gratis Perspektif Islam dan Pendidikan” kepada beberapa tokoh yang hadir sebagai bagian dari penguatan literasi dan dukungan gagasan program.
