Ade Armando Tuding Wacana Polri di Bawah Kementerian Awalnya dari PDIP

Ade Armando Tuding Wacana Polri di Bawah Kementerian Awalnya dari PDIP

Berita Utama | sindonews | Rabu, 11 Februari 2026 - 08:02
share

Pegiat Media Sosial Ade Armando menuding wacana Polri di bawah kementerian pertama kali diembuskan elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Isu ini diketahui belakangan turut menjadi perbincangan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak adanya wacana tersebut.

Ade mengatakan bahwa Sigit bukanlah sosok yang memulai pembahasan mengenai isu Polri di bawah kementerian, sebagaimana disampaikan saat menghadiri rapat kerja (Raker) bersama Komisi III DPR beberapa waktu lalu.

“Itu tidak begitu ceritanya. Yang pertama kali mengangkat isu ini adalah PDIP,” kata Ade Armando dalam program Rakyat Bersuara, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Apresiasi Prabowo Bertemu Tokoh-tokoh Oposisi, Boni Hargens Bandingkan di Era SBY

Dia menuding isu ini mencuat setelah PDIP menghadapi sebuah persoalan dalam kontestasi pemilu dan Pilkada 2024. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu dinilainya mengalami setback yang cukup signifikan dari hasil kontestasi.

"Dan kemudian mereka menuduh bahwa yang berada di balik bencana buat PDIP itu adalah polisi. Dan ini waktu itu memang makanya mulai muncul istilah parcok itu. Partai Cokelat. Partai cokelat yang berperan dalam memenangkan lawan-lawannya PDIP," ujarnya.

Ade melihat PDIP kala itu menganggap jika polisi tidak bisa dipercaya lantaran ikut cawe-cawe dalam politik. Bahkan, Ade menyebut PDIP merasa polisi telah menjadi alatnya dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

"Itu semua dimulainya oleh PDIP. 2024, 2025, 2026 muncul lagi. Dan ketika itulah Pak Listyo Sigit memberi respons. 'Saya daripada disuruh-suruh, saya tuh ditawari jadi menteri kepolisian, kata dia. 'Saya daripada jadi menteri kepolisian saya milih jadi petani," dia bilang waktu itu begitu," tuturnya.

Topik Menarik