Badai Salju Ubah Bandara Jepang bak Pengungsian, Ribuan Penumpang Nginap Berjubelan
TOKYO, iNews.id - Bandara di Prefektur Hokkaido, Jepang, mendadak berubah seperti tempat pengungsian akibat badai salju dahsyat yang menerjang prefektur paling utara di negara itu.
Sekitar 2.000 orang terpaksa menginap di bandara setelah penerbangan dibatalkan serta gangguan transportasi akibat badai salju yang dahsyat, Senin (26/1/2026).
Layanan kereta api dan bus dari dan menuju Bandara New Chitose dekat Kota Sapporo dibatalkan karena hujan salju lebat. Badai salju di Sapporo dan kota-kota sekitarnya memecahkan rekor tertinggi.
Antrean penunpang mengular panjang bahkan masih terjadi setelah layanan kereta kembali beroprasi pada hari itu. Area di sekitar eskalator menuju bandara sangat ramai.
Sementara itu para pelancong yang menginap di bandara tidur di atas alas seadaanya. Namun pihak bandara membagikan sleeping bag.
Operator bandara menyatakan, sekitar 2.000 orang masih telantar hingga Selasa (27/1/2026) pagi. Itu merupakan hari kedua berturut-turut ribuan orang telantar di bandara.
Seorang penumpang berusia 40-an mengatakan kepada NHK, sedang dalam perjalanan tugas kantor dari Prefektur Shizuoka. Pesawatnya tiba di Sapporo pada malam hari dan menunggu antrean kereta sekitar 3 jam.
Namun akhirnya dia menyerah dan menginap di bandara. Pria itu mengatakan tidak menyangka gangguan transportasi akan berlanjut selama 2 hari berturut-turut.










