PDIP Usul Pilkada Langsung dengan e-Voting, PKB: Belum Siap Diterapkan
JAKARTA, iNews.id - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan merespons soal usulan PDI Perjuangan terkait mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang tetap digelar secara langsung, tetapi pemilihannya dilakukan melalui e-voting atau menggunakan teknologi informasi. Usulan PDIP itu tertuang dalam rekomendasi eksternal hasil Rakernas I beberapa waktu lalu.
Daniel menyampaikan, pilkada langsung dengan sistem e-voting sudah menjadi usulan lama yang perlu terus dimatangkan dan menjadi salah satu opsi untuk menjawab persoalan yang selalu dihadapi dalam pemilu, termasuk praktik politik uang.
"Namun penerapan e-voting membutuhkan kesiapan yang sangat matang, baik dari sisi infrastruktur, keamanan sistem (security), regulasi, maupun kepercayaan publik, Saat ini, mekanisme e-voting secara nasional juga belum diatur dan belum siap untuk langsung diterapkan," kata Daniel, dikutip Rabu (14/1/2026).
Meski begitu, kata dia, opsi apa pun yang nantinya diambil bukan bagian dari kemunduran demokrasi tetapi menyempurnakan sistem yang ada.
"Kajian secara mendalam dan komprehensif, termasuk terhadap opsi pemilihan melalui DPRD, akan terus dimatangkan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, PDIP menyampaikan sikap resmi terkait mekanisme pilkada yang belakangan tengah menjadi perbincangan. Partai berlambang banteng itu menegaskan pilkada harus digelar secara langsung atau dipilih rakyat.
Sikap itu menjadi salah satu dari 21 rekomendasi eksternal yang dibacakan oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham dalam penutupan Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026).
"Rakernas I Partai menegaskan pentingnya menjaga hak kedaulatan rakyat untuk menentukan pemimpinnya melalui pelaksanaan pilkada secara langsung, guna memperkuat legitimasi dan kepastian masa jabatan yang bersifat tetap lima tahun," kata Jamaluddin.










