Retret di Hambalang, Mensesneg: Berisi Arahan dan Evaluasi Setahun Prabowo-Gibran

Retret di Hambalang, Mensesneg: Berisi Arahan dan Evaluasi Setahun Prabowo-Gibran

Berita Utama | okezone | Selasa, 6 Januari 2026 - 12:55
share

BOGOR – Presiden Prabowo Subianto memimpin retret Kabinet Merah Putih jilid II di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, retret kali ini akan diisi pengarahan sekaligus evaluasi menyeluruh atas kinerja pemerintahan selama satu tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

"Jadi pada hari ini, Selasa, tanggal 6 Januari 2026, Bapak Presiden mengundang seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk mengikuti pengarahan dari beliau yang diberi judul retret," ujar Prasetyo di Hambalang.

Ia mengatakan retret serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Akademi Militer Magelang pada awal pemerintahan, yakni 24–27 Oktober 2025 lalu.

Presiden Prabowo, kata Prasetyo, memang menghendaki kegiatan retret dilakukan secara rutin. Namun, dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, pelaksanaan tahun ini dipusatkan di Hambalang.

Menurut Prasetyo, retret memiliki makna penting bagi pemerintah. Selain pemberian arahan langsung dari Presiden Prabowo, retret ini juga menjadi evaluasi seluruh program dan kebijakan strategis pemerintah selama satu tahun terakhir.

"Tentunya diawali dengan melakukan evaluasi terhadap seluruh program, kinerja pemerintah selama satu tahun masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran Rakabuming Raka," ujarnya.

Sejumlah isu strategis menjadi agenda pembahasan dalam retret tersebut. Salah satunya adalah evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tepat berusia satu tahun pada 6 Januari 2026. Program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta penerima.

"Karena sifatnya retret menyeluruh, tidak hanya MBG. Seluruh kementerian akan dilakukan evaluasi, termasuk mendengarkan laporan perkembangan program selama satu tahun," kata Prasetyo.

Selain MBG, Presiden Prabowo juga meminta paparan terkait capaian swasembada pangan. Prasetyo menegaskan sepanjang 2025, Indonesia untuk pertama kalinya tidak melakukan impor beras.

"Alhamdulillah, dalam satu tahun kita berhasil mewujudkan swasembada pangan. Harapannya ini tidak hanya dipertahankan di 2026, tetapi juga ditingkatkan," ujarnya.

Prasetyo membeberkan di sektor energi, pemerintah juga akan membahas capaian target lifting migas yang berhasil melampaui target APBN 2025. Meski demikian, Presiden Prabowo menekankan perlunya percepatan agar swasembada energi dapat segera terwujud.

"Dari sisi swasembada energi misalnya, target lifting yang ditetapkan di APBN 2025 juga berhasil terlewati," katanya.

 

Prasetyo mengatakan agenda penting lainnya adalah realisasi hilirisasi industri. Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara dijadwalkan melaporkan kesiapan sejumlah proyek hilirisasi, termasuk rencana groundbreaking beberapa proyek pada Januari 2026 dari total sekitar 18 proyek yang telah disepakati dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo.

Selain itu, pembahasan juga mencakup program Sekolah Rakyat yang saat ini telah berjalan di 166 lokasi. Pemerintah menargetkan penambahan sekitar 104 titik baru pada 2026, dengan percepatan pembangunan sarana fisik dan non-fisik.

"Itu saya kira di antaranya beberapa yang nanti akan diminta memberikan paparan, selain tentu saja banyak menteri-menteri yang lain ya," ujarnya.

Prasetyo pun mengatakan bahwa isu kebencanaan turut menjadi perhatian dalam retreat ini. Presiden Prabowo, kata Prasetyo, memberikan penekanan khusus pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera.

Selanjutnya, kata Prasetyo, bakal dibahas penanganan bencana di sejumlah wilayah lain seperti Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara dan Balangan di Kalimantan Selatan, mengingat tingginya curah hujan saat ini.

"Ya tentu masalah pemulihan, percepatan rekonstruksi maupun rehabilitasi di tiga provinsi terdampak bencana yang lalu. Kemudian juga sebagaimana kita ketahui ada beberapa bencana di tempat yang lain," katanya.

Prasetyo mengatakan retret Kabinet Merah Putih di Hambalang dijadwalkan berlangsung tanpa batasan waktu. "Tidak terbatas waktu. Kita melihat situasinya kalau memang perlu pembahasan terhadap masalah-masalah yang masih muncul, ya kita lanjut mungkin sampai malam," pungkasnya.

Topik Menarik