Pajak Tak Capai Target, Purbaya Pastikan Defisit APBN di Bawah 3 Persen terhadap PDB
IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 berada di bawah 3 persen di tengah kekurangan (shortfall) penerimaan pajak.
Menteri Keuangan,Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan, defisit APBN 2025 akan lebih tinggi dari prognosis. Namun, dia memastikan pemerintah tidak akan melakukan pelebaran defisit dari aturan.
"Mungkin (defisit APBN) akan bergerak sedikit ke atas. Tapi yang jelas, kami amankan tidak melanggar undang-undang," kata Purbaya, dikutip Minggu (4/1/2026).
Purbaya menilai, pelebaran defisit pada APBN dipicu oleh perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun lalu, sehingga proyeksi defisit dikoreksi dari target awal 2,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 2,78 persen PDB.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memulihkan kinerja ekonomi. Dia optimistis, seiring membaiknya kondisi ekonomi, defisit anggaran ke depan akan semakin terkendali.
Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2020-2025 itu juga mengaitkan perbaikan fiskal ini dengan prospek positif bagi para investor di pasar modal.
"Dan yang penting ekonomi makin bergerak, keuntungan perusahaan juga makin baik. Otomatis nanti akan diterjemahkan kepada harga saham yang lebih tinggi," ujar Purbaya.
Hingga 30 November 2025, realisasi defisit APBN pada level 2,35 persen terhadap PDB atau senilai Rp560,3 triliun. Pendapatan Negara mencapai Rp2.351,5 triliun (82,1 persen dari outlook sebesar Rp2.865,5 triliun) dan Belanja Negara sebesar Rp2.911,8 triliun (82,5 persen dari outlook Rp3.527,5 triliun).
(Rahmat Fiansyah)










