Kebakaran 7 Apartemen Hong Kong Dipicu Renovasi Tak Sesuai Aturan, Polisi Tangkap 14 Orang
HONG KONG, iNews.id - Tragedi kebakaran besar yang meludeskan tujuh menara apartemen di Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, semakin mengerucut pada dugaan utama, renovasi yang dilakukan dengan cara curang dan tidak sesuai standar keselamatan.
Pihak berwenang Hong Kong mengonfirmasi, jaring pengaman yang dipasang selama proyek renovasi tidak memenuhi standar tahan api, sehingga api menjalar cepat dan menewaskan sedikitnya 151 orang.
Kebakaran dahsyat pada Rabu pekan lalu itu menyapu lebih dari 1.900 unit hunian dari kompleks berisi delapan menara. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kebakaran terburuk di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.
14 Orang Ditangkap termasuk Kontraktor Utama
Dalam perkembangan terbaru, polisi Hong Kong menangkap 14 orang terkait kebakaran tersebut. Sebagian di antaranya diatangkap karena kelalaian dan manipulasi material keselamatan. Mereka yang ditangkap adalah kontraktor utama, konsultan teknik, serta subkontraktor yang bertanggung jawab atas pemasangan scaffolding.
Penyelidikan terus diperluas untuk memastikan apakah ada unsur pelanggaran hukum lain dalam proyek renovasi tersebut.
Jaring Pengaman Picu Api Menjalar ke Seluruh Gedung
Sekretaris Utama Hong Kong Eric Chan Kwok Ki mengungkap, kontraktor proyek renovasi menggunakan jaring campuran, sebagian tahan api, sebagian tidak, untuk menutupi bagian luar gedung 31 lantai tersebut. Jaring inilah yang mempercepat penyebaran api dari lantai ke lantai.
“Kontraktor menggunakan cara licik dengan memasang jaring campuran yang tidak memenuhi standar. Sampel tidak layak ini diletakkan di area yang sulit dijangkau, jelas untuk menghindari pemeriksaan keselamatan,” ujar Chan, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Selasa (2/12/2025).
Dari 20 sampel jaring yang diperiksa, tujuh di antaranya tidak memenuhi aturan tahan api. Kondisi ini diperburuk oleh scaffolding bambu yang mengelilingi gedung selama renovasi, yang ikut menjadi jalur rambatan api.
Renovasi Sejak 2024 tapi Pengawasan Lemah
Renovasi besar-besaran delapan menara apartemen ini dimulai pada Juli 2024. Namun, investigasi awal menemukan adanya kelalaian besar dan dugaan manipulasi material oleh pihak kontraktor dan subkontraktor.
Kebakaran yang berlangsung selama 43 jam itu membakar habis tujuh gedung apartemen dan membuat ribuan penghuni kehilangan tempat tinggal. Kompleks tersebut dihuni lebih dari 4.600 warga.
Jumlah korban tewas hingga Senin (1/12/2025) malam mencapai 151 orang, sementara 79 lainnya mengalami luka-luka. Sempat dilaporkan bahwa 159 penghuni masih hilang, namun otoritas kemudian menyatakan sebagian besar di antaranya berhasil ditemukan dalam kondisi aman.
Namun, Tsang Shuk Yin, pejabat unit investigasi Kepolisian Hong Kong, mengatakan sekitar 40 orang masih belum diketahui keberadaannya. Dia menegaskan angka awal yang menyebut lebih dari 100 orang hilang tidak didukung data valid.
