DPR Soroti Ada Calon Hakim Agung Diduga Plagiat tapi Bisa Lolos Seleksi
Komisi III DPR menyoroti adanya calon Hakim Agung yang diduga pernah melakukan plagiarisme ternyata bisa kembali lolos dalam seleksi. Proses seleksi yang dilakukan Komisi Yudisial (KY) pun mendapat sorotan tajam.
Keberadaan calon hakim yang diduga pernah melakukan plagiarisme itu diungkap oleh Anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra Bimantoro Wiyono dalam Rapat Komisi III DPR bersama Panitia Seleksi (Pansel) Calon Hakim Agung.
"Tadi saya sempat kaget, Pak, lihat makalah ada beberapa nama yang mungkin saya kenal juga," kata Bimantoro dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/9/2025).
Baca juga: 23 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc HAM Lolos Tes Kepribadian, Ini Daftar Nama-namanya
Sebagai keluarga yang berasal dari latar belakang hukum, Bimantoro mengaku memahami kualitas seorang hakim. Menurutnya, saat ini publik sulit untuk percaya kepada MA.
Dia lantas menyoroti nama yang pernah mengikuti fit and proper test calon hakim agung tetapi gagal lantaran kasus dugaan plagiat.
"Saya melihat isu publik trust ke MA begitu kuat, beberapa waktu yang lalu kita sama-sama tahu bahwa ada beberapa calon yang ditemukan di ruangan ini melakukan beberapa hal yang menurut saya tidak pantas untuk dilakukan sebagai calon hakim agung," ujarnya.
"Salah satunya seperti kita ketahui, ada beberapa calon juga yang ketahuan plagiat di dalam makalahnya," tuturnya.
Dia pun mempertanyakan tahapan seleksi yang dilakukan oleh KY. Sebab, menurut dia, KY seharusnya tidak mentolerir hal-hal seperti itu."Ada beberapa nama calon yang saya lihat dulu pernah melakukan plagiat, kenapa harus masuk lagi dalam seleksi ini. Apa keputusan dari pada KY, sehingga tetap mentolerir hal-hal seperti ini," cetusnya.
Oleh karena itu, dia mempertanyakan akuntabilitas dan kredibilitas yang dilakukan oleh KY.
"Saya salah satu anggota Komisi III yang pada saat itu termasuk memfit proper orang tersebut, kita di sini tidak ada masalah personal, tapi yang kita pertanyakan adalah akuntabel dan kualitas serta kredibilitas, yang telah dilakukan oleh KY, sehingga apa penjelasannya kenapa ini bisa dilakukan secara terus-menerus dan setiap fit proper ini masih ada aja orangnya," pungkasnya.









