Musala Ambruk Tewaskan 4 Jemaah Majelis Taklim, Ini Penjelasan Menag

Musala Ambruk Tewaskan 4 Jemaah Majelis Taklim, Ini Penjelasan Menag

Berita Utama | sindonews | Senin, 8 September 2025 - 08:07
share

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjenguk jemaah yang dirawat akibat bangunan majelis taklim dan musala Ashobiyyah ambruk di Ciomas, Bogor, Jawa Barat. Musibah ini mengakibatkan empat orang jemaah tewas (sebelumnya 3 orang tewas) dan puluhan terluka.

Menag mengunjungi para korban yang dirawat di RS PMI dan RSUD Kabupaten Bogor. DIketahui, Majelis Taklim Ashobiyyah terletak di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Tragis! Bangunan Majelis Taklim di Bogor Ambruk, 3 Tewas dan 31 Jemaah Luka-luka

Bangunan ini baru selesai dibangun sekitar sebulan lalu. Bagian bawah digunakan untuk musala, sementara bagian atas untuk majelis taklim. Bangunan ini ambruk pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 09.30 WIB, saat digunakan jemaah untuk mengikuti pengajian. Tiang bangunan hancur sehingga bangunan majelis taklim yang di atas roboh dan hancur.

“Saya menjenguk korban luka yang dirawat di RS PMI dan RSUD Bogor. Saya sampaikan rasa empati atas peristiwa yang mereka alami. Kita doakan semoga jemaah yang luka dan sakit segera sembuh dan pulih,” terang Menag dalam keterangannya, dikutip Senin (8/9/2025).

Saat Menag menjenguk, ada 21 orang yang dirawat di PMI Bogor dan 38 jemaah yang dirawat di RSUD Kota Bogor.

Baca juga: Kronologi Musala di Bogor Ambruk Tewaskan 3 Orang, Petugas Cek Korban Tertimbun

“Ada jemaah yang wafat. Kita doakan semoga semua husnul khatimah dan wafat dalam keadaan syahid. Mereka wafat saat mengaji dan memperingati Maulid, mengobati kerinduan mereka pada Rasulullah. Kita doakan semoga kelak mendapat syafaat dari Rasulullah saw,” harap Menag.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk membangun mushola dan bantuan Rp 50 juta untuk membangun kembali majelis taklim yang roboh.“Kita sampaikan bantuan untuk pembangunan. Semoga bisa dibangun kembali mushola dan majelis taklimnya untuk dimanfaatkan bagi aktivitas ibadah masyarakat,” tutur Menag.

“Saya mendengar info nantinya para korban juga akan mendapat santunan dari Baznas,” sebutnya.

Terkait biaya perawatan korban di rumah sakit, Menag mendapat informasi dari Kepala Kankemenag Bogor bahwa itu akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Topik Menarik