Idrus Ibaratkan Abolisi-Amnesti dari Prabowo seperti Bangun Jembatan yang Sudah Lama Retak

Idrus Ibaratkan Abolisi-Amnesti dari Prabowo seperti Bangun Jembatan yang Sudah Lama Retak

Berita Utama | sindonews | Sabtu, 2 Agustus 2025 - 08:21
share

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengomentari keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong dan amnesti ke Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Idrus mengibaratkan abolisi dan amnesti dari Prabowo itu seperti membangun jembatan yang sudah lama retak.

Idrus mengatakan, jembatan yang retak itu diibaratkan seperti orde lama, orde baru, serta reformasi untuk menuju Indonesia Emas. Dia memandang langkah politik Prabowo itu sudah merangkul semua pihak.

"Langkah-langkah yang diambil oleh Pak Prabowo dalam pandangan saya adalah langkah-langkah politik untuk membangun jembatan yang retak, antara orde lama, orde baru, reformasi menuju Indonesia Emas,” ujar Idrus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Baca juga: Amnesti dan Abolisi Alat Konstitusional Presiden untuk Berikan Pengampunan

Menurut dia, Prabowo memiliki tekad untuk membesarkan bangsa Indonesia. Dia melihat langkah Prabowo yang melakukan silaturahmi politik sangat baik dan bukan sandiwara politik.

"Niatnya sudah sama untuk membesarkan bangsa, maka langkah-langkah politik yang dilakukan, silaturahmi politik dilakukan, safari politik dilakukan itu betul-betul otentik, riil dan nyata, bukan lagi sandiwara politik," kata Idrus.

"Kalau persoalan suasana kebatinan tidak selesai, niat tidak sama, tidak membesarkan bangsa, tapi ada di antaranya hanya menguasai bangsa, maka boleh jadi jembatan yang retak ini dijadikan sebagai instrumen untuk saling memfitnah, untuk saling menuding," sambungnya.

Di sisi lain, Idrus tidak mempersoalkan jika ada pihak-pihak yang menyebut kasus yang menjerat Tom Lembong dan Hasto tersebut merupakan politisasi. Akan tetapi, dia menilai Presiden Prabowo sudah melakukan langkah tepat dengan keyakinan politiknya untuk membangun bangsa Indonesia.

"Dan saya punya keyakinan Pak Prabowo tetap jalan dengan keyakinan politiknya. Buat persoalan membangun jembatan yang retak itu harus kita akselerasikan," pungkasnya.

Topik Menarik