Prabowo Ungkap 28 Kebijakan Baru Dihasilkan dalam 6 Bulan

Prabowo Ungkap 28 Kebijakan Baru Dihasilkan dalam 6 Bulan

Berita Utama | okezone | Senin, 5 Mei 2025 - 17:18
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi 6 bulan pertama pemerintahannya berjalan dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/5/2025). Prabowo meminta kabinetnya untuk saling mengoreksi atas hal-hal yang selama ini dikerjakan. 

"Baru saja kita melewati tonggak 6 bulan pertama, bisa dikatakan ini adalah semester pertama pemerintahan kita, dan sekarang tiba kita melihat rapor kita apakah merah atau memuaskan atau cukup memuaskan atau sangat memuaskan," kata Prabowo dalam sambutannya.

 

Prabowo mengatakan, secara objektif bahwa 6 bulan masa pemerintahannya ini telah membawa hal-hal yang positif. Hal-hal yang menjadi dasar untuk memperkuat landasan dan membangkitkan bangsa.

"Kalau kita lihat secara objektif saya mau katakan, bahwa dalam 6 bulan kita memerintah, kita telah mencapai hal-hal yang cukup berarti, hal-hal yang bersifat fundamental, memperkuat landasan, kebangkitan kita sebagai bangsa," ujarnya.

Prabowo menyebut bahwa 28 kebijakan baru dihasilkan dalam 6 bulan pertama pemerintahannya berjalan. Dia menilai hal itu di luar prediksi karena waktu yang cukup singkat.

"Kita telah menghasilkan 28 kebijakan baru, kebijakan tersebut yang berhubungan langsung dengan hajat hidup rakyat kita. Hal-hal ini kita lakukan dalam waktu yang cukup singkat, yang tidak diperkirakan bahwa kita mampu mencapai itu dalam waktu yang singkat," ujarnya.

 

Prabowo mengatakan, dari 28 kebijakan itu, lebih dari 100 produk hukum diterbitkan. Menurutnya, hal yang wajar dalam roda pemerintahan.

"Walaupun 28 kebijakan baru, namun produk produk untuk mencapai kebijakan saya hitung mungkin lebih dari 100 bahkan mendekati 200," ujar Prabowo.

"Jadi, satu kebijakan mungkin membutuhkan beberapa produk, apakah itu Keppres, apakah itu PP, apakah itu Perpres, apakah itu Inpres, apakah itu sekadar hanya surat edaran, tapi ini lah bagaimana kita menjalankan roda pemerintah," paparnya.
 

Topik Menarik